Monday, February 26, 2018
   
TEXT_SIZE

MAHASISWA ASING MINATI GAMELAN

Semarang -  Alunan gending dolanan Sue Ora Jamu yang dimainkan para pengrawit yang sebagian terdiri dari mahasiswa Program Dharmasiswa yang  berasal dari negara Cekoslovakia, Jepang, Korea Selatan, Laos, Tailand, terdengar  apik, sehingga mendapat aplous dari tamu undangan  yang hadir.  Meskipun masih terlihat sedikit canggung dalam memainkan perangkat gamelan, namun harmoni yang terbangun dari masing-masing personil cukup kompak dan rancak.


Unjuk kebolehan tersebut diperlihatkan dalam acara Apresiasi Seni Lintas Budaya antar Bangsa yang diselenggarakan IKIP PGRI (30/3), diikuti mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM), mahasiswa Dharmasiswa, SMA Negeri 1 Semarang, SMA Negeri 2 Semarang, SMA Negeri 3 Semarang, SMA Negeri 7 Semarang. 

          “Para penabuh gamelan tadi adalah mahasiswa IKIP PGRI yang sebagian dari mahasiswa asing yang kuliah di sini untuk mempelajari karakter budaya Indonesia, dengan mengambil mata kuliah Pendidikan Bahasa  Sastra Indonesia dan Daerah. Mereka diperkenalkan dengan perangkat gamelan sejak mulai semester awal. Ketertarikan pada musik gamelan ternyata tidak hanya oleh  mahasiswa program dharmasiswa, akan tetapi mahasiswa UTM yang saat ini melakukan PPL dalam program pertukaran mahasiswa selama satu bulan di beberapa SMA di Semarang pun ikut kesengsem”.

          Hal tersebut disampaikan Rektor IKIP PGRI, Dr. Muhdi di sela-sela pagelaran acara.

          Dia menambahkan,  memainkan perangkat gamelan tentunya tidak mudah, akan tetapi mereka mampu memainkan. Lebih membanggakan, mereka terasa membangkitkan kembali tembang-tembang dolanan yang saat ini sudah jarang terdengar atau hampir punah.

          “Bulan depan IKIP PGRI akan mengirimkan 12 mahasiswanya ke Malaysia untuk mengikuti kegiatan pertukaran mahasiswa. Pengalaman tahun lalu, mahasiswa IKIP PGRI memperoleh apresiasi yang luar biasa” jelas Rektor di akhir wawancara.

         

         

 

 

COMMUNITY