Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

DOSEN HARUS MENGEDEPANKAN KEJUJURAN

http://kopertis6.or.id/images/stories/img_7633.jpgBendan Dhuwur – “Copy paste Sertifikasi Dosen (serdos) pada tahun 2011 mencapai 2865 orang. Namun, setelah menggunakan system on line jumlahnya menurun menjadi 13 orang di tahun 2012. Adapun jenis pelanggaran lain yang dilakukan dosen berupa pemalsuan Dokumen Karya Ilmiah, seperti jurnal rakitan, jurnal “bodong”, artikel sisipan, label akreditasi palsu, nama pengarang sisipan, buku lama sampul baru.”

Pernyataan tersebut disampaikan   Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan (DIRDIKTENDIK) Ditjen Dikti Kemdikbud , Prof. Supriyadi Rustad pada acara Rapat Koordinasi Pimpinan PTS Bidang I (Akademik) yang diselenggarakan Kopertis VI Jawa Tengah (23/3).

 Mencermati hal tersebut Prof. Supriyadi menyarankan, agar kita kembali teringat pada nasehat orang tua, yakni mengutamakan kejujuran sebagai kata kunci dalam membangun karakter seseorang, juga membangun system untuk mengajak pada kebaikan.

Terkait dengan kenaikan jabatan fungsional (JAFA) dosen, ke depan mekanismenya berubah, prosesnya seperti serdos melalui on line. Khusus Kum B penilaian oleh Dikti, Kum lainnya diserahkan PTS maupun Kopertis.

Pada aspek lain Beliau mengatakan, jumlah dosen seluruh Indonesia yang melakukan studi lanjut S2 dalam negeri di tahun 2012,  dari   PTN berjumlah 279 orang, dari PTS berjumlah 1662 orang. Adapun yang menempuh studi lanjut S3, dari PTN berjumlah 706 orang , sementara dari PTS berjumlah 778 orang. Sedangkan untuk beasiswa S2 luar negeri, dari PTN berjumlah 44 orang, dari PTS berjumlah 28 orang. Sementara untuk  studi lanjut S3, dari PTN berjumlah 272, dari PTS 92 orang. 

“Realita ini sangat menggembirakan, dimana keberadaan dosen tetap di PTS yang melakukan studi lanjut secara kuantitas telah mengalami peningkatan. Indikator tersebut juga menunjukkan tidak adanya perlakuan diskriminasi dari pemerintah, baik kepada PTN maupun PTS. Dalam kontek inilah, bagi pimpinan PTS yang berkeinginan dosen tetapnya studi lanjut ke luar negeri silahkan, Dikti siap membiayai, selama ketentuan yang ada dapat dipenuhi. Perlu diketahui anggaran beasiswa studi lanjut luar negeri yang disediakan Dikti cukup melimpah. Apabila dahulu dosen mencari beasiswa,  semenjak 2012  keadaan berubah menjadi  “beasiswa mencari dosen ” tegas Prof. Supriyadi

Beliau menambahkan, perguruan tinggi perlu merubah mindsite, jangan mengejar setoran, akan tetapi lebih berkonsentrasi pada studi lanjut dosen. Terlebih untuk PTS, masih banyak terdapat dosen yang berkualifikasi S1. Tahun ini marilah kita jadikan sebagai tahun investasi, dimana dosen tetap PTS memiliki kesempatan luas untuk mendapatkan beasiswa luar negeri dari Dikti.

Rakor Bidang I (Akademik) dibuka Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP. Sugiharto. Dalam kesempatan tersebut,  Beliau mengharapkan kepada peserta yang hadir untuk memantapkan persepsi dalam pengelolaan penyelenggaraan perguruan tinggi, muaranya merealisasikan visi Dikti, yakni menghasilkan lulusan  yang cerdas dan komprehensif.

 

COMMUNITY