Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

IKIP PGRI BUKA DUA PROGDI BARU

Semarang -  Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembukaan dua program studi (progdi) baru, yakni S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dan S1 Pendidikan Ekonomi dari Dirjen Dikti kepada Rektor IKIP PGRI Semarang, Dr. Muhdi SH MHum, bertepatan dengan penyelenggaraan acara Wisuda ke-46, berlangsung di Balai Merapi PRPP (27/4).

            “Dibukannya dua progdi baru oleh IKIP PGRI Semarang, merupakan bukti kesungguhan dari pihak pengelola dalam mengembangkan lembaganya. Tidak lama lagi juga kita harapkan institusi ini akan mengalami perubahan bentuk menjadi universitas, sehingga pada acara wisuda mendatang sudah berganti nama menjadi  UNIVERSITAS PGRI Semarang.”

            Pernyataan tersebut disampaikan Prof. DYP di depan wisudawan yang terdiri dari 63 Magister Manajemen Pendidikan dari Program Pascasarjana, serta 931 Sarjana pendidikan (S1), dari sepuluh progdi.

            Beliau menyampaikan rasa bangga atas berbagai  prestasi yang diraih IKIP PGRI Semarang. Keberhasilan menjadi  juara I ajang Diktendik (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) tingkat Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah  untuk pemilihan   Mahasiswa Berprestasi dan Pustakawan Berprestasi, merupakan indikator bahwa potensi yang dimiliki luar biasa.

            Terkait dengan diterimanya SK pembukaan program studi baru, Dr. Muhdi SH MHum mengatakan, pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini untuk progdi baru telah kami buka. Silahkan bagi masyarakat untuk mendaftar.

Sedangkan pada pernyataan lain, Rektor IKIP PGRI Semarang mengatakan, guru merupakan komponen  utama dalam penerapan kurikulum. Karena merekalah yang akan menentukan makna suatu kurikulum. Untuk itu, maka dengan heterogenitas guru di Indonesia, penerapan kurikulum baru menjadi sangat bergantung pada kesiapan yang dilakukan oleh guru.

Orang nomor satu di jajaran IKIP PGRI Semarang tersebut menegaskan, Kurikulum 2013 mengubah mindset pendidikan sebagaimana standar kelulusan yang diharapkan adalah pada pengembangan nilai, pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu. Dalam konteks inilah diperoleh keseimbangan penguasaan ilmu, ketrampilan dan karakter yang merupakan faktor kunci untuk menghasilkan SDM yang kompetitif.

“Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, akan tetapi lebih pada kemampuan berkomunikasi, daya kreasi dan soft skill yang tidak dapat dicapai melalui pendidikan yang hanya menekankan pada aspek akademik saja,” imbuh Dr. Muhdi, SH MHum.

COMMUNITY