Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

SEBELUM UNJUK KEBOLEHAN ROBOTPUN HARUS DITIMBANG

Semarang – Antusias seporter dari masing-masing perguruan tinggi (PT) yang ikut dalam Kontes Robot Nasional (KRN) 2013 sungguh luar biasa.  Dukungan berupa yel-yel terdengar bergemuruh memenuhi ruangan GOR Jatidiri yang dijadikan sebagai ajang kontes perhelatan. Acara yang digelar mulai 6-9 Juni tersebut,  sebagai penyelenggara yakni  Dikti dengan mempercayakan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) sebagai tuan rumah.

Pada salah satu arena tempat berlangsungnya Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI),   panitia tampak sibuk mengukur panjang dan menimbang berat robot sebelum unjuk kebolehan dibabak penyisihan.

Memang aturannya seperti ini, berat robot yang diikutkan oleh peserta tidak boleh melebihi ketentuan sebagaimana yang sudah ditetapkan panitia” jelas Anita salah satu anggota  Tim Isola_A dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

            Kontes Robot  kategori KRSI ,  desain berupa salah satu tokoh pewayangan Anoman. Masing-masing konteskan  diberikan durasi waktu beberapa menit oleh juri untuk menunjukkan kebolehan terhadap   rancangan atau karya robot yang dihasilkan dengan  menari menirukan tokoh Anoman yang diiringi dengan alunan rekaman gending jawa.

            Akselerasi menari yang ditunjukkan robot anoman terlihat begitu apik, akan tetapi tidak sedikit dari robot tersebut  mengalami jatuh terkulai dan harus dikembalikan lagi pada posisi semula.   

            Menurut Ketua panitia penyelenggara, Dwiyarso Utomo mengatakan,  penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, diantaranya tidak melakukan kesalahan, tepat waktu, serta terkait dengan desain atau keindahan.

            Dwiyarso menambahkan, juri untuk KRN 2013 berasal dari berbagai PT, seperti UI, ITB, ITS maupun UGM.

            Kategori yang dipertandingkan dalam Kontes Robot meliputi, Kontes Robot Indonesia (KRI) dengan tema Indonesia Hijau dengan jumlah peserta 24 tim, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI)  Divisi Beroda dengan jumlah peserta 24 tim, Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Divisi Berkaki dengan jumlah peserta 24 tim, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) dengan jumlah peserta 16 tim, Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dengan jumlah peserta 16 tim.

            Berikut  juara KRN 2013 untuk kategori KRI, Juara I Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Juara II Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Juara III Politeknik Negeri Batam, Juara Harapan UDINUS Semarang. Kategori KRPAI Divisi Beroda, Juara I Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Juara II Politeknik Negeri Semarang (Polines), Juara III Institut Teknologi Sepuluh November, Juara Harapan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Kategori KRPAI Divisi Berkaki, Juara I Politeknik Negeri Bandung, Juara II Universitas Taruma Negara, Juara III,  Institut Teknologi Sepuluh November, Juara Harapan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Kategori KRSBI, Juara I Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Juara II UKSW Salatiga, Juara III Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Juara Harapan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kategori KRSI, Juara I Politeknik Negeri Ujung Pandang, Juara II Universitas Indonesia, Juara III STIMIK Rahmawati Tarakan, Juara Harapan Universitas Pendidikan Indonesia.

            Sebagai juara I KRN 2013 untuk kategori KRI, tim robot Ersion dari PENS           berhak mewakili  Indonesia pada ajang internasional yang akan dilaksanakan Agustus mendatang di Vietnam.

           

             

           

         

COMMUNITY