Monday, February 26, 2018
   
TEXT_SIZE

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN AKAN BERUBAH

  

Tahun 2014 pelayanan kesehatan akan mengalami perubahan yang signifikan khususnya terkait dengan sistem atau aturan. Dalam hal ini sepertinya pemerintah ada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau selama ini orang rawat inap di Rumah Sakit maupun membeli obat di Apotek harus dengan uang, nantinya cukup menunjukkan kartu kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Akan terjadi  transformasi, jika saat ini ada Askes yang dikelola jamsostek maupun Jamkesda, tahun 2014 akan masuk ke dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dikelola pemerintah yang memiliki sifat non profit dan wali amanah.

            Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PPIAI), Nunut Rubiyanto, SSi, Apt pada acara Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Fakultas Farmasi Angkatan I yang diselenggarakan Universitas Wahid Hasyim Semarang (20/6), di kampus setempat.

            Nunut menambahkan, ke depan harga obat sudah dipathok. Jadi baik dokter, apotek, industri obat tidak bisa semaunya mengambil keuntungan dari hal tersebut.

            “Bagi apoteker, perubahan sistem tidak akan ada lagi jual beli obat. Jika selama ini mendapatkan untung dari penjualan obat,  mau tidak mau harus berubah, karena akan menjalankan fungsi kendali mutu termasuk di dalamnya ferivikator Jamkes.” Tegas Nunut.

            Dalam  kesempatan yang sama Rektor  Unwahas,  Dr. Noor Achmad, MA menyampaikan keinginginan untuk membuka program studi Apoteker/Farmasi jenjang program Pasca Sarjana (S2).

            “Saya akan tugaskan kepada Dekan Farmasi untuk segera menyusun proposal pendirian progdi baru Farmasi jenjang program S2, secepatnya. Kalau bisa nanti diusulkan bersamaan dengan pengajuan proposal pendirian progdi baru Kedokteran”, ungkap rektor.

            Khusus untuk Fakultas  Farmasi, Dr. Noor berjanji mengupayakan laboratorium mampu menjadi yang terbaik di Jateng, mengingat hibah yang diperoleh dari DIKTI senilai 2 milyar rupiah, sebagian besar diperuntukkan Fakultas Farmasi.

            Pada kesempatan tersebut, Rektor memberikan salah satu dokumen berupa Surat Sumpah, Sertifikasi, Surat Tanda Regristasi kepada peserta yang diambil sumpahnya (lihat foto, red). Lulusan terbaik diraih Dwi sulistyowati dengan IPK 3.56.

 

 

 

COMMUNITY