Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

SONGSONG BULAN PENUH BERKAH DENGAN TAUSIAH

Bendan Dhuwur – Menjelang datangnya bulan Romadhon 1434 H, keluarga besar Kopertis VI mengundang Prof. H. Ali Mansyur, dosen PNS yang dipekerjakan di Unissula Semarang untuk memberikan tausiah. Acara berlangsung di kantor setempat usai jam istirahat, Senin (8/7).

      Sebagai pengantar acara, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto mengatakan, sebagai institusi pemerintah, Kopertis kedudukannya sebagai institusi negeri yang landasannya Pancasila. Oleh karena itu, kebersamaan terkait dengan pelaksanaan tugas menjadi kunci meskipun diantara kita dijamin Negara untuk memiliki keyakinan berbeda. Akan tetapi, dalam keperbedaan tersebut mari kita tunjukkan kebersamaan untuk saling menghargai atau menghormati.

      “Kita bekerja dilembaga ini hakekatnya merupakan instrumen untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai umat manusia. Karena ini merupakan instrument, ada tujuan yang lebih besar dari instrument kehidupan kita sebagai pegawai di Kopertis, kita tentu sebagai manusia berkeinginan selamat dan bahagia.” Tegas beliau.

      Terkait dengan hal ini, Prof. DYP menambahkan, ada banyak faktor yang mempengaruhi, tetapi diantara yang banyak tersebut ada dua yang perlu diingat, yakni ada keseimbangan dan bersyukur.

      “Keseimbangan hidup menjadi kunci untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, rambu-rambu arahan Diktipun mengemas  keseimbangan dengan empat olahan diri, yaitu olah pikir, olah rasa, olah raga, olah hati. Jika hal ini diterjemahkan, keseimbangan hidup kitapun menuntut seperti ini. Sedangkan untuk hal yang terkait dengan syukur merupakan sesuatu yang mudah untuk diucap, akan tetapi susah diaplikasikan.Dari banyak faktor yang menjadikan kita belum bersyukur ditataran perilaku, yakni seringkali menganggap karunia yang kita rasakan sebagai hal biasa, padahal sebenarnya hal yang luar biasa.” paparnya.

      Diakhir sambutan Prof. DYP menyampaikan, puasa memuat banyak sekali nilai-nilai pembelajaran hidup sehingga tidak akan pernah habis untuk digali.

      Dalam tausiahnya Prof. Ali Mansyur menjelaskan, ibadah puasa merupakan ibadah yang luar biasa, akan terjadi transformasi status dari mukmin menjadi muktaqin. Beliau menggarisbawahi, rahasia sehat pada diri manusia disebabkan urusan perut, sehingga ditegaskan jangan buat hatimu mati karena terlalu banyak makan dan minum.

      Masih menurut Prof. Ali Mansyur, makna puasa mendidik manusia pada aspek kejiwaan yang terkait dengan kejujuran, mendidik manusia menjadi orang yang sabar dalam menatap kehidupan, melahirkan manusia pemberani dengan memiliki kemampuan mengendalikan diri dari hawa nafsu, serta mendidik manusia pada aspek sosial.

      Pada akhir acara dilakukan salam-salaman antar sesama yang hadir sebagai ungkapan permohonan maaf bagi umat muslim yang akan menunaikan ibadah pusasa.

COMMUNITY