Monday, June 25, 2018
   
TEXT_SIZE

STIKES Karya Husada Prioritaskan Studi Lanjut Dosen

Intan Raya -  Program kerja Stikes Karya Husada Semarang tahun ini cukup padat dengan aktivitas yang beragam. Namun demikian, prioritas yang diutamakan adalah percepatan studi lanjut dosen, sebagai upaya implementasi Undang-undang N0. 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen, serta peningkatan kualitas lulusan.

            “Strasing kami untuk tahun ini berupa penguatan  dosen untuk studi lanjut. Sembilan dosen telah berhsil menyelesaikan program Magister Keperawatan, Kebidanan maupun Kesehatan.  Sementara, sepuluh dosen keperawatan dan kebidanan akan dikirim studi lanjut ke Philippina. sedangkan yang melaksanakan studi lanjut dalam negeri, yakni UNY, UGM, UNDIP, UNPAD, UI”.

            Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Stikes Karya Husada Semarang, Tri Ismu Pujiyanto, M.Kep, pada penyelenggaraan Wisuda ke-32, berlangsung di Convention Hall Masjid Agung, tadi pagi (10/9).

            Ismu menambahkan, sebagai upaya peningkatan mutu, lembaganya telah melakukan penjaminan mutu, baik secara internal maupun eksternal. Secara ekternal, melalui BAN-PT lembaganya akan mengajukan penilaian akreditasi, baik terhadap akreditasi program studi maupun akreditasi lembaga. Kami juga mengembangkan program unggulan berupa kompetensi diluar kurikulum inti, agar lulusan yang dihasilkan memiliki skill lebih, sehingga diminati steakholders.

            “Program unggulan kami berupa Traveling Ners. Program ini bertujuan menyiapkan lulusan yang tidak hanya berpeluang memperoleh pekerjaan di rumah sakit, akan tetapi juga memiliki kesempatan bekerja di biro jasa maupun pariwisata.”

            Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan, Stikes Karya Husada Semarang telah membangun Web yang saat ini baru dalam tahapan uji coba.

            “Uci coba Web kami lakukan selama tiga bulan. Insya Allah bertepatan dengan Dies Natalis nanti akan kami adakan launching. Peralatan teknologi informasi yang satu ini akan kami peruntukkan dosen dan mahasiswa untuk unggah karya ilmiah, disamping untuk kebutuhan administrasi keuangan, akademik maupun media informasi lainnya,” tegas ismu.

            Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP respek terhadap semua upaya yang dilakukan  Stikes Karya Husada Semarang.

            “Akhir 2015, dosen harus memenuhi syarat klasifikasi pendidikan minimal S2 atau Magister. Percepatan studi lanjut dosen yang dilakukan insitusi ini, merupakan  bentuk tanggungjawab serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku (ketaatazasan).” tandasnya.

            Terkait dengan wisuda, Prof. DYP menyampaikan,    wisuda merupakan momen yang ditunggu dan sebagai peristiwa  membanggakan, penuh akan pesan dan makna yang disampaikan melalui simbol.

          Wisuda kali ini diikuti 687 orang, terdiri 31 wisudawan Program Profesi Ners, 75 wisudawan Program Studi S1 Keperawatan, 291 wisudawan Program Studi DIV Kebidanan, 141 wisudawan Program Studi DIII Kepewatan.

COMMUNITY

Materi Pelatihan