Monday, June 25, 2018
   
TEXT_SIZE

Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta Adakan Pelatihan Bagi Wisudawan

Surakarta – Bekerjasama dengan Jakarta Medical Service dan Training 119 Jakarta, Stikes Muhammadiyah Surakarta menggelar pelatihan bertaraf nasional berupa Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD), diikuti 80 peserta dari para wisudawan setempat, berlangsung selama empat hari (26-29/9).

            Materi pelatihan meliputi Penanganan Trauma, Penanganan Gigitan Binatang,  Penaganan Keracunan. Sedangkan untuk materi inti terdiri dari Penanganan henti nafas dan jantung (RJP), Penanganan shock dan pendarahan, Resusitasi Cairan. Adapun materi penunjang, kegawat daruratan jantung, Pengenalan dan pelaksanaan EKG serta Defibrilasi, penatalaksanaan Air Way Management dan Intubasi.

            “Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk tanggungjawab Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta terhadap wisudawan untuk memberikan bekal tambahan yang nantinya sangat berguna ketika memasuki dunia kerja.”

            Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta, Weny Astuti, M.Kes saat membuka acara pelatihan.

            Ketua PPGD, Ida Untari M.Kes dalam kesempatan yang sama mengatakan, Pelatihan PPGD  pada progdi D3 Keperawatan, merupakan bekal disiapkan untuk melamar kerja. Tidak dipungkiri, rumah sakit yang akan menerima karyawan baru biasanya menanyakan pelatihan yang pernah diikuti, terutama terkait dengan kemampuan dalam memberikan bantuan hidup dasar pada penderita atau korban kecelakaan,”

            Ida menambahkan, Mereka yang memiliki sertifikat pelatihan akan menjadi prioritas dalam seleksi awal. Selain itu, pelatihan PPGD diharapkan mampu menjadikan orang siap menolong dalam segala kejadian, baik dalam gedung atau luar gedung, tanpa melupakan prinsip mengamankan diri sendiri sebelum menolong orang lain.

            “Untuk materi pelatihan tidak hanya sebatas teori, tetapi ada simulasi penangganan gawat darurat dilapangan dengan tema gempa di darat. Pada saat simulasi melibatkan tim kesehatan dari rumah sakit, puskesmas, maupun masyarakat sekitar. Saya berharap, peserta pelatihan mampu merasakan seperti sebenarnya kejadian luar biasa atau musibah yang mengakibatkan korban jiwa, sekaligus mampu melakukan tindakan yang benar untuk menolong,” papar Ida.

COMMUNITY

Materi Pelatihan