Monday, February 26, 2018
   
TEXT_SIZE

STT Wiworotomo Mewisuda 110 Lulusan

Purwokerto -   Sekolah Tinggi Teknik (STT) Wiworotomo mewisuda sebanyak 110 lulusan, terdiri dari 25 Sarjana Teknik Elektro, 40 Sarjana Teknik Mesin, 13 Sarjana Teknik Industri, serta 32 Ahli Madya, terdiri dari 2 Ahli Madya Teknik Elektro dan 30 Ahli Madya Teknik Mesin, baru-baru ini (21/9).

            Sakuri Dahlan MT mengatakan, wisudawan terbaik untuk Sarjana Teknik Mesin diraih Koko Maulana (IPK 3,52), Sarjana Teknik Industri diraih Wahyu Widodo (IPK 3.45), Diploma III Teknik Mesin diraih Dwi Cahyono Adi (IPK 3.61), Diploma III Teknik Elektro diraih Windi Setiyawan (IPK 3.69).

            Ketua STT Wiworotomo, YB Praharto, M.Eng dalam pidatonya menegaskan, dengan adanya perubahan status yang sebelumnya sebagai mahasiswa dengan tanggungjawab dibidang akademik, hari ini secara resmi telah menyandang gelar Sarjana maupun Ahli Madya. Dengan demikian, telah melekat tanggungjawab sosial, yakni kemampuan memecahkan masalah dilingkungan yang baru dengan pendekatan ilmiah di atas nilai-nilai kebenaran ilmiah yang sudah dipelajari selama kuliah dan akan menjadi daya hidup di kehidupan yang akan datang.

            Pada kesempatan tersebut, Praharto menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan, juga kepada UKM Robotika yang mengikuti lomba Robot Tingkat Nasional dengan leader project       Windi Setiawan dan Zaenurrohman yang juga ikut diwisuda. Begitu pula kepada tenaga pengajar Program Studi Teknik Elektro Utis Sutisna, M.Eng,  diberikan ucapan selamat yang telah berhasil terpilih sebagai pemakalah terbaik (The Best Presentator) pada Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multi Media 2013 dengan tema Techoprenership in E-Commerce and Clouds Area, di Jogjakarta).

            Pidato ilmiah dengan judul Optimalisasi Desain Superheater untuk Mengurangi Pemakaian Energi Berbasis Fosil sebagaimana yang disampaikan Tris Sugiarto MT, bahwasannya BBM secara berlebihan tidak saja memicu krisis ekonomi global maupun setiap negara, melainkan yang lebih memprihatinkan adalah memicu krisis lingkungan global. Terhadap hal tersebut merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi energy bukan fosil yang sifatnya terbarukan, tegas Dia

          Tris menyimpulkan, mengoptimalkan salah satu komponen pada boiler PLTU yaitu Super heater dengan tujuan mengefektifkan produksi uap, sehingga dapat menghemat penggunaan BBM.

COMMUNITY