Wednesday, February 21, 2018
   
TEXT_SIZE

44 Dosen PNS KOPERTIS VI Menerima Satyalancana Karya Satya

Bendan Duwur -  Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP dalam upacara Bendera HUT KORPRI ke-42 Tahun 2013, menyerahkan Penganugerahan Tanda Kehormatan “Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada 44 dosen PNS Kopertis VI, masing-masing untuk masa pengabdian 10 tahun sebanyak 2 orang, 20 tahun sebanyak 26 orang, 30 tahun sebanyak 16 orang di lapangan upacara kantor setempat (29/11).

            Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Prof. DYP,  SBY menyatakan harapan, peringatan hari jadi KORPRI tahun ini dapat meningkatkan dedikasi, profesionalisme, integritas, dan semangat reformasi birokrasi dari segenap anggota KORPRI dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

            Tema yang diangkat pada HUT ke-42 KORPRI kali ini yakni, Dengan profesionalisme dan netralitas, KORPRI mendukung keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi untuk menjaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

            Melalui tema tersebut SBY mengajak segenap anggota KORPRI untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparatur pemerintahan.

            “Segenap anggota KORPRI untuk tetap netral dalam proses demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang. Saudara harus berdiri di tengah-tengah masyarakat, baik itu dalam proses Pemilukada maupun Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014 mendatang. Sekali lagi, saya minta keberpihakan segenap anggota KORPRI hanya tegak lurus kepada bangsa dan negara, tegas SBY.

Ada lima pesan SBY yang disampaikan pada kesempatan tersebut, pertama, tingkatkan profesionalisme sebagai aparatur negara agar masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari reformasi birokrasi, kedua, wujudkan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, transparan dan akuntabel. Tingkatkan budaya anti korupsi, ketiga, tunjukkan keteladanan sebagai aparatur negara yang bersih dan berwibawa. Jangan ciderai kepercayaan rakyat dan sumpah jabatan, keempat, menghadapi Pemilu 2014, menjaga netralitas, kelima, tunjukkan kepada rakyat bahwa jajaran aparatur pemerintahan di era reformasi saat ini merupakan pelayanan masyarakat, sehingga kedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan.

COMMUNITY