Monday, June 25, 2018
   
TEXT_SIZE

MENKES TIMOR LESTE LAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE NGUDI WALUYO

Ungaran – Dalam upaya memberdayakan pendidikan khususnya di bidang kesehatan, Menteri Kesehatan Timor Leste, Dr. Sergio GC Lobo Sp.B melakukan kunjungan kerja dan  penandatanganan kerjasama dengan Stikes dan Akper Ngudi Waluyo, siang tadi (19/2).

            Dr. Sergio mengatakan, selain melakukan kerjasama, kunjungannya ke Ngudi Waluyo untuk melihat langsung kondisi mahasiswa Timor Leste yang dikirim kemari untuk belajar di institusi ini.

            “ada sebanyak 60 mahasiswa yang terdiri dari 50 orang untuk jurusan Keperawatan (D3), dan 10 orang lainnya untuk jurusan Keperawatan (S1),” jelas Dia.

            Kepada institusi Ngudi Waluyo, Sergio berpesan, jangan segan-segan melaporkan kepada kami apabila terdapat mahasiswa yang berperilaku tidak baik.

            “Bila ada mahasiswa yang berperilaku menyimpang sampaikan kepada kami, bila perlu akan saya tarik biar digantikan yang lain.” Tegasnya.

            Dalam taraf pelayanan kesehatan di Timor Leste, masih menurut Sergio, terkait dengan aspek kemanusiaan masih sangat kurang. Untuk itu, kepada institusi Ngudi Waluyo saya berharap, para mahasiswa dari Timor Leste yang berkesempatan belajar di sini tidak sebatas dibekali dengan kompetensi keilmuan, akan tetapi juga dibekali dengan pendidikan karakter.

            Atas kepercayaan negara Timor Leste mengirimkan mahasiswa belajar di institusinya, Pembina Yayasan yang juga Ketua Stikes Ngudi Waluyo, H. Asaat Pitoyo, M.Kes menyampaikan terima kasih.

            “Terkait dengan keberadaan mahasiswa Timor Leste yang belajar di sini, hendaknya memakai visa belajar yang bisa berlaku sampai satu tahun, sementara ini yang digunakan visa kunjungan budaya yang hanya berlaku 60 hari, sehingga membawa konsekwensi denda yang berkelanjutan.” harap orang nomor satu dijajaran Ngudi Waluyo.

            Dia menambahkan, dalam waktu dekat lembaganya akan membangun asrama baru khusus bagi mahasiswa Timor Leste.

            Menurut rencana pada tahun ajaran baru 2014/2015, pemerintah Timor Leste akan mengirimkan kembali sebanyak 80 orang untuk belajar di Ngudi Waluyo. 

            Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Hal ini merupakan indikator kepercayaan masyarakat Timor Leste kepada Ngudi Waluyo. Kepercayaan tersebut hendaknya direspon secara luar biasa pula dengan implikasi pengelolaan yang lebih baik dan terarah.

            “Ada dua hal yang perlu menjadi perhatian, yakni ada unit yang memantau pengembangan perilaku atau karakter peserta didik, serta ada instrument yang akuntabel untuk menilai perkembangan perilaku dan karakter mahasiswa

COMMUNITY

Materi Pelatihan