Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Pasca Pelatihan Harus Bisa Menunjukkan Hasil

Surakarta -     Akper-Akbid Mamba’ul ‘Ulum menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Buku Ajar selama dua hari. Sebagai peserta, dosen dari internal kampus dan Akbid Giri Satria Husada Wonogiri, berlangsung di kampus setempat (25-26/2).

            Pada kesempatan tersebut, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, pelatihan yang digelar hari ini hendaknya tidak memakai pola lama yang identik tidak ada kelanjutan setelah mengikuti pelatihan. Saya berharap, pasca pelatihan dosen harus bisa menunjukkan hasil. Sebagai indikator pola terukur, serta draf buku ajar dapat terkumpul pada akhir maret ini. 

            “Kegiatan hari ini hendaknya dimaknai jangan seperti teks, teksnya adalah pelatihan penulisan buku ajar, sedangkan maknanya yakni worshop penyusunan buku ajar. Selanjutnya buku ajar yang dihasilkan bisa diikutkan dalam kompetisi untuk mendapatkan pendanaan (hibah),” Saran beliau.

            Pada aspek lain Prof. DYP menambahkan, komponen yang mempengaruhi mutu perguruan tinggi terdiri tiga pilar, masing-masing yaitu dosen dan tenaga kependidikan, pengelola, penyelenggara (yayasan).    

            Salah satu narasumber, Dr. Ali Imron dari UMS menegaskan, dalam penyelenggaraan kegiatan ini yang lebih penting adalah memotivasi semua dosen  untuk bisa menulis atau menyusun buku ajar. Sebab, lanjut Dr. Ali Imron, selain menjadi  tuntutan  bagi setiap  dosen, sekaligus menjadi produk atau outcome dari sebuah penelitian.

“Sekarang ini semua penelitian Dikti dituntut harus salah satu luarannya buku ajar, disamping  juga ada artikel ilmiah, makalah forum2  seminar nasional dan internasional. Ini bukan sekedar latihan teori, maka kami selalu menuntut sebelum  mereka datang harus membawa draf buku ajar . Nanti kita klinik, sehingga setelah  acara selesai benar-benar ada produk  riil yang siap diterbitkan.” Paparnya.

            Selain Dr. Ali Imron, narasumber lain Prof. Dr. Markhamah, Dr. Harun Joko Prayitno dan Prof. Dr. Endang Fauziati

COMMUNITY