Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Dr. Ali Imron Raih Guru Besar

Bendan Duwur  -  Pria kelahiran Klaten 57 tahun yang lalu dengan nama dan gelar lengkap Dr. Ali Imron Al Ma’ruf, M.Hum dosen PNS dipekerjakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), siang tadi (12/6) diundang Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto untuk menerima SK pengangkatan Guru Besar/Profesor,.

Pengangkatan Dr. Ali Imron sebagai Guru Besar/Profesor berdasarkan SK Mendikbud No. 38913/A4.3/KP/2014 tertanggal 28 Februari 2014, dengan raihan angka kredit sebesar 1.010 dalam bidang Ilmu Humaniora.

“Kum yang diperoleh luar biasa sekali mencapai IV/d. Padahal perkembangan saat ini untuk meraih Guru Besar/Profesor, pagar atau sekatnya begitu ketat, baik dari sisi akademik maupun karakter. Alhamdulillah hal tersebut bisa dilalui Dr. Ali Imron,  untuk itu saya berikan apresiasi dan ucapan selamat.”

Pernyataan ini disampaikan Prof. DYP sebelum dilakukan penyerahan SK.

Saya punya mimpi, lanjut Koordinator, UMS menjadi institusi pertama di Kopertis VI yang meraih akreditasi institusi A.  Dengan bertambahnya Guru Besar/Profesor ini tentu berpotensi meningkatkan nilai akreditasi institusi. Jika nanti telah memenuhi ketentuan, segera saja diajukan.

Ir. Sarjito, Ph.D Wakil Ketua II UMS mengatakan, Keberhasilan Dr. Ali Imron meraih Guru Besar/Profesor semakin mendongkrak popularitas UMS dengan lebih meningkatkan frekuensi publikasi ilmiah, baik dalam sekup nasional maupun internasional. Dengan itu semua tentu reputasi UMS akan terangkat.

Ia menambahkan, UMS saat ini telah membuat satu lembaga yang dinamakan Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI) yang difungsikan untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah utamanya internasional publikasi. LPPI terbentuk sekitar dua bulan ini. Adapun untuk bidang tugas yaitu memberikan rangsangan kepada civitas akademika dan memberikan konsultasi klinis.

Dengan diterimanya SK pengangkatan Guru Besar/Profesor, Imron mengaku harus banyak belajar agar jabatan yang disandang tidak justru menjadikan staknan, akan tetapi lebih pada adanya tuntutan untuk kreatif.

“Bagi seorang Guru Besar/Profesor,  segala karya maupun kiprahnya harus bisa mencerminkan Guru Besar/Profesor.”    Jelasnya.

COMMUNITY