Thursday, June 21, 2018
   
TEXT_SIZE

Unpand Bantu Kembangkan Batik Semarang

Semarang – Kelurahan Meteseh Kecamatan tembalang Semarang memiliki potensi kerajinan batik corak khas Semarang. Di tempat tersebut terdapat tidak kurang dari 80 pengrajin yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Kendala pengembangan yang selama ini dialami pengrajin yakni  berupa pemasaran, serta keterbatasan wawasan pengembangan desain. 

“Kendala inilah yang menjadi perhatian kami dari Universitas Pandanaran (Unpand) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama 45 hari dengan menugaskan Tim dengan format Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk pengembangan batik Semarang.” papar rektor, Erwin Dwi Edi Wibowo.

Salah satu kegiatan pemberdayaan yang dilakukan, yaitu memfasilitasi jejaring antara kelompok  usaha bersama pengrajin batik Meteseh dengan institusi terkait berupa penyelenggaraan pelatihan dan workshop. Sebagai narasumber  Ketua Deskranasda Kota Semarang, Tia Hendrarprihadi dan Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah, bertempat di Balai Kelurahan setempat.

Unpand juga memberikan pelatihan dengan mengajarkan promosi usaha melalui internet, serta pengembangan kreatifitas desain batik dengan corak khas Semarang 

COMMUNITY

Materi Pelatihan