Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Vietnam Rencana Dirikan 60 Puskesmas Di Indonesia

Klaten-kopertis6.or.id  -   Meskipun Asean Economy Comunity (AEC) baru akan diberlakukan pada akhir tahun 2015, Vietnam jauh-jauh hari sudah mendaftarkan diri untuk mendirikan Puskesmas di Indonesia.

Menurut Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Hadi, jumlahnya mencapai 60 Puskesmas. Pendirian tersebut tidak hanya sebatas bangunan fisik maupun pemenuhan fasilitas yang lain,  karena untuk sumber daya manusianyapun  juga telah disiapkan, atau akan didatangkan langsung dari Vietnam.

“Dunia kesehatan saat ini telah berubah menjadi industri, Indonesia merupakan pasar potensial untuk hal tersebut, sehingga tidak mengherankan jika Vietnam  membidik Indonesia sebagai salah satu sasarannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Syamsul Hadi pada perhelatan Wisuda Sarjana dan Ahli Madya, serta Ankat Sumpah Profesi Ners Stikes Muhammadiyah Klaten yang berlangsung di gedung Rumah Sakit Islam Klaten, kemarin (10/9).

Jika terkait perijinan ternyata Vietnam dapat memenuhi ketentuan sebagaimana yang disepakati dalam nota kesepahaman AEC, maka kita tidak bisa memproteksi, paparnya

“Siapa sangka Vietnam yang selama ini kita anggap sebagai negara kecil, ternyata lebih responsif menangkap peluang yang ada,” pungkas Prof. Syamsul.

Sementara itu, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag. Umum, Hendradi Sulistiawan mengatakan, yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi AEC adalah menguasai hard skill dan soft skill.

“Selain memiliki kompetensi keilmuan dibidangnya, lulusan PT dalam negeri harus memiliki kompetensi tambahan, seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama dengan orang lain, serta memiliki etika.”  pungkas Koordinator.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Stikes Muhammadiyah Klaten, Sri Sat Titi H, M.Kes mengatakan, kompetensi yang harus dimiliki tenaga kesehatan profesional dalam menghadapi AFTA, yakni menguasai lebih dari satu bahasa, tidak gagap teknologi, berkualitas, mandiri dan produktif, berpikir positif, percaya diri, proaktif, memiliki jaringan luas.

“Untuk memenuhi ketentuan tersebut, kami telah menerapkan metode pembelajaran dengan pendekatan SCL, penguatan praktek laboratorium dan rumah sakit, peningkatan sarana-prasarana pendidikan, serta studi lanjut dosen.”  jelas Sri Sat Titi.

Wisuda Stikes Muhammadiyah Klaten kali ini diikuti 417 wisudawan, terdiri 73 Sarjana Keperawatan, 27 lulusan Ahli Madya Keperawatan Progsus, 111 lulusan Ahli Madya Keperawatan, 53 lulusan Ahli Madya Farmasi, 97 lulusan Ahli Madya Kebidanan Reguler, 24 lulusan kebidanan Khusus, 32 lulusan Profesi Ners.

COMMUNITY