Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Untuk diterima di Pasar Kerja, STR Kuncinya

Semarang-kopertis6.or.id – Disahkannya undang-undang Keperawatan oleh DPR-RI, salah satu tuntutan yang harus dipenuhi, yakni bagaimana mendapatkan surat tanda regristasi (STR). Implikasinya, tepat dan sesuai lulus pada uji kompetensi.

“Institusi kami sudah melakukan upaya maksimal dengan beberapa penyiapan pada penguatan mata kuliah dasar, mata kuliah penunjang dan mata kuliah pengayakan.”

Hal ini disampaikan Ketua Stikes Karya Husada Semarang, Ferry Agusman MM, SKM, M.Kep, SpKom, NS  pada saat menggelar wisuda  ke-34, di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, kemarin (15/10).

Hakekatnya, lanjut Ferry, mata kuliah ini bisa mendorong mahasiswa untuk bisa menyelesaikan uji kompetensi yang dilakukan National Public Key Infrastructure (NPKI), sehingga di dalamnya akan memperoleh STR.

“STR merupakan kunci untuk diterima di pasar kerja. Ini perlu kerjsama dgn beberapa pihak, tidak hanya dari institusi pendidikan karena sampai hari ini juga STR untuk tahun-tahun sebelumnya 2012/2013 juga terganjal di NPKI.” paparnya.

Sedangkan mengenai regulasi yang terkait dengan diberlakukannya Asean Ekonomi Community (AEC), pada saat nanti Persatuan Perawat Nasional (PPNI) Jateng menggelar raker, Fery ingin menyampaikan salah satu syarat, yakni mengenai penyiapan dari sisi bahasa.

“Bagi perawat asing yang berkeinginan bekerja di Indonesia setidaknya dapat memenuhi dua ketentuan, tidak sebatas bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris, tapi juga bisa berbahasa Indonesia. Pada aspek lain, mereka yang masuk ke sini tidak dari Vokasional, akan tetapi dari S1 Keperawatan.” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP mengingatkan, diberlakukannya AEC mengindikasikan adanya perluasan kompetisi lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi (PT).

“Wisudawan  tidak hanya dihadapkan pada kompetisi antar lulusan PT yang ada di sini, akan tetapi dengan ditanda tanganinya nota kesepahaman (MoU) mengenai diberlakukannya AEC pada Desember 2015, maka lulusan PT dari sembilan negara akan menjadi kompetitor saudara.” jelas Koordinator.

COMMUNITY