Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Kopertis Akan Berubah Bentuk L2DIKTI

Semarang-kopertis6.or.id– Meski sempat mengalami keterlambatan, kehadiran Menristek Dikti Prof. Dr. Muhammad Nasir pada acara silaturahmi dan dialog nasional di kampus USM, Sabtu (8/11) kemarin,  telah ditunggu banyak pihak.

Tampak hadir Ketua Aptisi dari Aceh hingga Papua, Ketua Aptisi Pusat Prof Dr Edi Suandi Hamid (Rektor UII Yogyakarta), Anggota Dewan Pembina Aptisi Pusat Prof Ir Joetata H, Mantan Menteri Kehakiman Prof Dr Muladi hingga Koordinator Kopertis VI Jateng Prof Dr DYP Sugiharto.Dari Kota Semarang antara lain  hadir tuan rumah Rektor USM Prof Pahlawansyah Harahap, Rektor Udinus Edi Nur Sasongko, Rektor Unissula Anis Malik Thoha, Rektor UPGRIS Muhdi, Rektor Untag Wijaya, Rektor Unwahas Noor Ahmad dan Rektor Unimus Prof Djamaludin Darwis.

Pada kesempatan tersebut Ketua Aptisi Wilayah VI Jateng, Prof. Dr. Brodjo Sudjono dihadapan Menristek Dikti menyampaikan anggapan, bahwa selama ini masih terdapat perbedaan perhatian antara PTN dan PTS oleh pemerintah.

“Kami para PTS misalnya membuka prodi baru saja sulitnya bukan main. Belum lagi ada sejumlah ketentuan yang dirasakan cenderung diskriminatif untuk PTS,” tuturnya.

Menurut Brodjo, sebenarnya PTS menaruh harapan besar di pundak menteri yang baru ini. Pihaknya yakin, Prof Nasir mampu merapikan sistem yang telah terbangun dikarenakan kapabilitasnya.

“Semua insan akademik di forum kami juga sepakat kiprah PTS semata demi mencerdaskan kehidupan bangsa. PTS sebenarnya juga memiliki porsi maju dan berkembang mencerdaskan masyarakat Indonesia, ” paparnya.

Ketua Aptisi Pusat, Edi Suandi mengingatkan, masih ada 3.487 PT di Indonesia yang kini menjadi tanggungjawab Menteri Nasir. Mereka harus menerima perhatian dalam porsi yang sama. “Ini persoalan beban berat menteri yang membawahi departemen anyar riset teknologi dan pendidikan tinggi,” tegasnya.

Prof Nasir  berterima kasih atas keluh kesah, saran, dan pendapat APTISI. Pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah untuk kian memajukan dunia pendidikan tinggi. 

“Kami berencana mengganti nama Kemenristekdikti menjadi Kemendiktiristek. Meski hanya sekadar membalik nama departemen, namun dampaknya sangat besar. Ini menyesuaikan semangat ristek sebenarnya bagian dari program pendidikan tinggi sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma."

Lebih lanjut Menristek Dikti menambahkan, ke depan Kopertis akan berubah bentuk menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti). Nantinya lembaga baru ini akan melayani PTS sekaligus PTN. Jadi tak perlu lagi ada kekhawatiran dikotomi atau perbedaan perhatian antara PTN dan PTS.

COMMUNITY