Sunday, February 18, 2018
   
TEXT_SIZE

Mahasiswa Perlu Mandiri

Bendan Dhuwur – kopertis6.or.id – Rakor bidang Kemahasiswaan yang digelar Kopertis VI Jateng di kantor setempat kemarin ( Sabtu, 15 November 2014), mendatangkan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti,  Dr. Illah Sailah sebagai salah satu narasumber.

Dalam paparannya Dr. Illah menyampaikan, inti dari konsep pembinaan mahasiswa dari dulu sampai sekarang yang tidak boleh ditinggalkan adalah pembinaan karakter mahasiswa, karena ini menjadi modal untuk mahasiswa nanti bisa berkiprah, baik dia bekerja sebagai pekerja maupun di dunia kerja sebagai pebisnis.

Selanjutnya, Dr. Illah mengharapkan kepada penyelenggara perguruan tinggi (PT), agar pembinaan untuk saat ini dan ke depan lebih difokuskan membangun nasionalisme.

“Saat ini sudah terdapat banyaknya rongrongan kepada Indonesia, karena jumlah penduduknya yang  banyak, alamnya yang indah, serta sumber daya alam yg menjanjikan, menjadi daya tarik orang  masuk Indonesia.” jelasnya

Selain nasionalisme, lanjut Dr. Illah, kita harus membangun kemandirian, salah satunya yakni membiasakan mahasiswa menjadi atau melakukan sesuatu secara mandiri. Kalau di dalam kurikulum ada kewirausahaan, maka nanti di dalam pembinaan kemahasiswaan perlu dilakukan adanya spirit kewirausahaan.

“Banyak cara, bisa di UKM, unit kegiatan mahasiswa bisa membuat kemandirian. Mahasiswa itu kalau sedang ingin melakukan kegiatan selalu ujung-ujungnya dana, padahal dia punya sesuatu yang bisa ditampilkan untuk mendapatkan dana. Misal, pecinta robot dikelompok orang-orang pecinta robot. Dari konsep membuat robot,  mahasiswa bisa berjejaring dengan industri elektronik, komputer. Bagi yang bisa menggambar animasi atau komik, kemudian bisa dilihatkan dari  produk2nya, selanjutnya nanti bisa jadi tawarkan .  Dari situ, mahasiswa punya usaha bukan saat nanti setelah lulus” tuturnya.

Dr. Illah menambahkan, PT harus membolehkan mahasiswa berkreasi dengan mewadai dan memfasilitasi apa yang diperlukan, sekaligus merawatnya.

Sedangkan terkait dengan adanya merger antara dikti dengan ristek,  Dr. Illah  berharap,  bahwa budaya riset akan menjadi lebih baik, budaya menghasilkan produk dari riset-riset  menjadi baik, kemudian budaya mengkomersilkan hasil-hasil temuan baik oleh mahasiswa maupun dosen di masyarakat, industri maupun pemerintah menjadi lebih terkoneksi adanya ristek ini.

COMMUNITY