Wednesday, July 17, 2019
   
TEXT_SIZE

Merujuk Serat Pepali, Rektor Unwahas Sampaikan Pesan Untuk Wisudawan

 

Semarang-lldikti6.ristekdikti.go.id – Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. Mahmutarom HR, SH., MH mewisuda lulusannya sebanyak 600 Sarjana yang terdiri dari  36 Magister, 76 Profesi Apoteker, dan 488 program Strata satu yang berlangsung di Masjid Agung Convention Hall, Rabu 10 April 2019. 

Dalam sambutannya usai mewisuda rektor menyampaikan pesan kepada wisudawan agar gelar yang disandang saat ini tidak menjadikan lalai, takabur dan sombong, justru sebaliknya rendah hati dengan terus belajar.

“Jadilah kalian sebagai murid abadi yang mampu dan mau belajar kepada siapapun, termasuk kepada alam semesta. Semua perlu dikaji dan diteliti dengan penuh motivasi dan keimanan sebagai bangsa dan Negara, kepada umat dan sesama.” pinta rektor 

Untuk  mencapai keutamaan dan keluhuran tersebut menurut rektor harus dilakukan laku prihatin. Beberapa ajaran atau laku yang harus dijalani bagi orang yang menginginkan keluhuran dan keutamaan, sebagaimana disampaikan Ki Ageng Selo dalam Serat Pepali.

“Dalam Serat Pepali meliputi tujuh pesan, yakni aja agawe angkuh (jangan bertindak angkuh), aja ladan lan aja jail (jangan bengis dan jahil), aja ati serakah (jangan berhati serakah), aja celimut (jangan suka mencuri), aja mburu aleman (jangan mencari pujian), aja ladak (jangan emosian, aja ati ngiwa (jangan condong ke kiri, atau kepada kejahatan dan tindakan dosa).” ungkapnya

Menurutnya, ajakan untuk rendah hati, tidak riya dalam pepali tersebut sebenarnya juga diajarkan Imam Athoillah dan kitab Al-Hikam, bahwa bahaya sekali bagi orang yang beramal hanya menginginkan kedudukan dan terkenal di masyarakat, karena tujuan amal yang demikian tidak lain dorongan hawa nafsu.

“Untuk mencapai tujuan memenangkan jihad akbar tidaklah mudah, penuh jebakan dan harus melalui tujuh rintangan, yaitu tujuh lembah kasal (kemalasan), tujuh jurang future (lemah dan apatis), tujuh gurun malal (putus asa), tujuh gunung riya (suka pamer), tujuh rimba Sum’ah (suka dipuji), tujuh samudera ujub (merasa diri terbaik), dan tujuh benteng Hajbun (merasa sampai tujuan) yang kesemuannya harus dihilangkan, agar jalan menuju Allah dapat tercapai.” Paparnya

Kepada wisudawan  Prof. Dr. Mahmutarom HR, SH., MH mengajak menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa dengan selalu mengibarkan nama baik almamater.

Tampak gambar : Wisudawan peraih beasiswa Bidikmisi bersama rektor Unwahas dan perwakilan dari LLDIKTI Wilayah VI Jateng

 

 

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan