Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

TEMU DAN LOKAKARYA BEM SE JATENG

Gondangmanis Bae, Kudus, 19/12 – Tiga Menteri, masing-masing Hatta Radjasa (Menko Perekonomian), Prof. M. Nuh (Mendikbud), Andy A. Malarangen (Menpora), yang semula dijadwalkan hadir sebagai narasumber dalam acara Temu dan Lokakarya BEM se Jateng yang diselenggarakan oleh Universitas Muria Kudus (UMK) selama tiga hari (17-19/12), berhalangan hadir. 

Menanggapi ketidakhadiran para Manteri tersebut, Rektor UMK, Prof. Sarjadi mengatakan, “Menteri punya atasan, dan menteri itu milik banyak orang. Dengan demikian, apabila sewaktu waktu ada tugas yang lebih diprioritaskan, barangkali acara itu yang didatangi. Meskipun  tidak datang, beliau-beliau ini telah mengutus wakil. Dengan melalui wakil tersebut, aspirasi yang muncul di forum diskusi BEM, akan sampai ke Menteri”. Ungkapnya.

Terhadap penyelenggaraan acara tersebut, menurut orang nomor satu dijajaran UMK, sebagai upaya menggumpulkan BEM perguruan tinggi yang ada di Jateng, untuk melakukan diskusi terhadap masalah aktual di masyarakat terkait bidang pendidikan maupun lainnya.

Dia berharap, melalui BEM, ada upaya mereposisi gerakan mahasiswa dalam ikut membangun Jawa Tengah.

 Wacana ke depan.

            Berakhirnya acara Temu dan Lokakarya BEM se Jateng, menghasilkan beberapa catatan penting sebagai wacana melangkah ke depan berupa saran atau himbauan dari masing-masing perwakilan daerah, baik yang ada Kabupaten/Kota/Karesidenan, antara lain menyebutkan, BEM Jateng hendaknya berbentuk aliansi (milik bersama), menggunakan system desentralisasi (pelimpahan wewenang), ada batas waktu (deadline) perumusan BEM Jateng.

            Dalam penutupan acara, PR.III UMK, Hendy Nugroho menyampaikan beberapa pesan, agar ada perluasan jaringan yang lebih baik antara BEM se Jateng. Dengan perluasan jaringan akan terbentuk kerjasama yang lebih erat dalam merealisasikan komitmen yang disepakati.

            Sedangkan dari Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Fasilitasi Perguruan Tinggi, Satoto Rahardjo dalam pidatonya sebelum menutup acara mengatakan, dirinya menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Dia berharap, ke depan apa yang menjadi rumusan atau agenda kerja dari BEM Jawa Tengah ini, mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Tengah, khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan.  

COMMUNITY