Thursday, June 21, 2018
   
TEXT_SIZE

Ners Indonesia Banyak dibutuhkan Luar Negeri

Kedungmundu, 8/2 -  “Kebutuhan akan Ners di tingkat global masih tinggi, sehingga tidak mengherankan banyak negara asing mulai melirik Ners dari Indonesia untuk bekerja di sana. Jepang misalnya, negara tersebut bersedia menampung seribu Ners, sedangkan Kanada menjanjikan gaji berlipat”.

            Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Stikes Karya Husada Semarang Ismu Pujiyanto, dalam acara Angkat Sumpah Profesi Ners II, di kampus setempat.

             Dia menambahkan, hal tersebut hendaknya ditangkap sebagai peluang, sehingga  lulusan profesi Ners Stikes Karya Husada Semarang tidak hanya bekerja di lingkup daerah yang ada di Indonesia, akan tetapi juga tersebar di banyak negara.

            Kepada lulusan profesi Ners yang saat itu di sumpah, Ismu Pujiyanto berpesan, jadikan institusi ini sebagai ibu pawiyatan. Untuk itu, jaga nama baik dan martabat almamater, kibarkan panji-panji institusi ini di manapun Saudara bekerja,

            Sedangkan pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Edy Wuryanto di awal sambutan menyampaikan, dirinya memberikan apresiasi kepada Handayani, salah satu lulusan profesi keperawatan yang berusia 68 tahun dan telah pensiun.

            Menurut Dia, kecintaan profesi tidak mengenal usia, sehingga sosok Handayahi hendaknya dapat memotivasi bagi generasi muda seprofesi. Teruslah melakukan studi lanjut ke program Magister atau bahkan Doktor, agar profesi yang Saudara tekuni dapat disejajarkan dengan profesi lainnya.

            Ada tiga hal penting menurut Edy Wuryanto yang perlu menjadi perhatian bagi lulusan Ners, yakni tingkatkan knowledge (ilmu pengetahuan), skill (ketrampilan), attitude (sikap dan perilaku).

            Pengambilan angkat sumpah profesi Nirs sebanyak 51 orang. Adapun lulusan terbaik diraih, Komsiyah dengan IPK  3.72.

COMMUNITY

Materi Pelatihan