Friday, February 23, 2018
   
TEXT_SIZE

Dosen Perlu Melihat Fenomena Di Lapangan

Salatiga – “Hidup merupakan ibadah, adapun ibadah yang utama yakni menyampaikan ilmu dalam kondisi riil “.

            Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Kopertis VI, Prof. Mustafid, dalam sambutannya saat menutup acara Pelatihan Metodologi Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan audien dosen PTS di Jawa Tengah, sejumlah 50 orang peserta, berlangsung di Hotel Le Beringin, 27/2 s.d. 1/3.

            Ditambahkan oleh Prof. Mustafid, dosen perlu melihat fenomena di lapangan. Melakukan rekayasa sosial yang ada saat ini, sungguh sangat setrategis. Melalui pengabdian kepada masyarakat, selanjutnya  diimplementasikan pada pencerdasan kehidupan bangsa, sehingga akan terbentuk masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian aktivitas penelitian akan semakin membumi.

            Pada peserta pelatihan Dia berharap, mengemas kembali proposal, serta memiliki sikap optimis.  Proses membangun penalaran bukan semata-mata untuk memperoleh pendanaan bagi yang lolos seleksi. Sedangkan kepada pimpinan lembaga PTS dan apabila ada aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa senantiasa dilibatkan.

            Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut, sebagai narasumber, Prof. Harun Joko Prayitno (UMS), Gatot Murdjito (UGM), Rawana (Stiper Jogjakarta), Ali Mursyid Wahyu (Univet), Emy Wuryani (UKSW).

 Salah satu dari wakil  peserta pelatihan memberikan komentar, pelatihan tersebut sangat berguna, sehingga perlu ditindaklanjuti adanya pelatihan oleh masing-masing PTS.

COMMUNITY