Wednesday, June 20, 2018
   
TEXT_SIZE

Kompetensi Mahasiswa Mengalami Banyak Perubahan

Salatiga -   Dalam penanganan perguruan tinggi (PT), rambu-rambu yang perlu mendapat perhatian dari pimpinan PT, yakni mengenai kompetensi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

            Hal tersebut disampaikan Koordinator Kopertis VI, Prof. Mustafid, saat membuka acara Pelatihan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi, di Hotel Grand Wahid (12-13/4).

            “Kedepan, kompetensi mahasiswa banyak mengalami perubahan. Dalam konteks inilah mahasiswa perlu dibangun sikap dan watak melalui pendidikan karakter. Kompetensi terkait erat dengan KKNI, sehingga diperlukan adanya penyelarasan antara lulusan PT dengan dunia kerja”, ungkap Prof. Mustafid.

            “Dia menambahkan, hal-hal penting lainnya yang sifatnya mendesak yaitu PP.19 Tahun 2005, mengenai Standar Pendidikan Nasional. Target yang harus dipenuhi masing-masing PT, adalah berupa eksistensi quality yang menyangkut kompetensi dosen/mahasiswa.

            Senada dengan apa yang disampaikan Prof. Mustafid, salah satu narasumber dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti, Endrotomo, mengatakan, dengan adanya KKNI semua lulusan yang dihasilkan PT akan melekat kualifikasi sesuai jenjang program yang ada.

            “S3 menempati lavel 9, S2 menempati lavel 8, Profesi menempati lavel 7, S1 menempati lavel 6, D3 menempati lavel 5. Lavel yang melekat di PT akan diketahui stakeholder (perusahaan). Jadi, apabila pihak PT tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut,  lulusan yang dihasilkanpun tentu kurang dinikmati pihak pencari tenaga kerja”.

COMMUNITY

Materi Pelatihan