Monday, February 26, 2018
   
TEXT_SIZE

KOPERTIS VI IKUTI SOSIALIASI BNN

Kopertis VI melalui empat orang wakilnya, Sri Astono, Gandung Sumardi, Widodo, Dhady Lukito mengikuti Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba tentang implementasi INPRES No. 12 Tahun 2011 di lingkungan instansi Pemerintah yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Jawa Tengah, berlangsung di Hotel Grasia Semarang, baru-baru ini.

            Penyalahgunaan narkoba di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan berdasarkan data yang ada di Badan Narkotika Nasional (BNN).

            “Berdasarkan penelitian tahun 2010 angka prosentase penyalahgunaan narkoba meningkat dari 1,55% menjadi 1,99% dari jumlah penduduk Indonesia (3,6 juta orang). Bahkan diprediksi tahun 2015 akan mengalami kenaikan menjadi 2.8% (5,1)”.

            Hal tersebut disampaikan Susanto, MM dari BNN Propinsi Jawa Tengah saat memberikan materinya.

            Dia menambahkan, angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba 15.000 orang/tahun, atau 40 orang mati dalam sehari. Saat ini hampir diyakini bahwa tidak ada daerah, kota, kecamatan, kelurahan, RW/RT yang terbebas dari narkoba, tanpa kecuali para kaum intelektual (mahasiswa). Indonesia saat ini tidak lagi sebagai negara transit, akan tetapi sudah menjadi tempat produksi gelap narkoba.

            Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia 2010 berdasarkan tingkat kerawanan daerah, Jawa Tengah menduduki peringkat ke 15. Adapun peringkat pertama DKI Jakarta.

             “Memanaj dari realita yang ada, BNN Jateng sebagai motor penggerak telah menyatukan komitmen penyelamatan masa depan bangsa dari bahaya narkoba”, tegas Susanto, MM diakhir sesi.

            Selain dari BNN Jateng, narasumber yang lain adalah praktisi Dra. Frida dari Undip. Sedangkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, yakni Dr. Nuluh Dewi.

COMMUNITY