Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

WISUDA KE-17 STIKES PKU MUHAMMADIYAH SURAKATA

Jadilah Tenaga Kesehatan yang Profesional dan Islami

        Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Surakarta, Weni Hastuti, S.Kep, M.Kes ketika memwisuda 126 mahasiswa angkatan 2009/2010 mengatakan, dengan dibukanya Program Studi Ilmu Gizi jenjang program S1 diharapkan lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnya akan dapat menjawab kebutuhan Kota Solo terhadap SDM berkualitas yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Ilmu Gizi.

            Hal tersebut menjadi salah satu alasan, di samping alasan lainya yakni menjamurnya kehidupan kuliner yang berkembang begitu pesat di Kota Solo, serta kebijakan internal institusi dalam rangka membantu atau memenuhi kebutuhan pendidikan usaha di panti asuhan, sekolah dan lain-lain.

Terkait dengan optimalisasi pengembangan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi, dikatakan bahwa Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta di samping telah mendapatkan status akreditasi dari BAN-PT, juga telah melakukan kerjasana dengan perguruan tinggi dari luar negeri, seperti yang dilakukan belum lama ini (26/5) telah diadakan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama dengan 3 (Tiga) Universitas besar di Philipina yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran, penelitian maupun pengabdian kepada masayarakat, dengan demikian akan dihasilkan out put yang lebih berkualitas pula.

Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha Drs. Teguh Supratikto, M.Si mengatakan, bahwa dalam rangka pengembangan Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah, Kopertis VI selalu konsisten memberikan dukungan yang diwujudkan dengan pemberian berbagai bantuan baik kepada mahasiswa maupun dosen berupa pelatihan-pelatihan, beasiswa maupun bantuan hibah, yang diharapkan PTS di Jawa Tengah dapat berkembang sesuai yang diharapkan.

Seperti kita ketahui, keberadaan Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta merupakan hasil perubahan bentuk atau peleburan yang sebelumnya bernama Akademi Keperawatan dan Akademi Kebidanan, dengan menambah 1 (Satu) program studi baru S1 Ilmu Gizi. Sampai saat lembaga pendidikan tinggi ini telah meluluskan sebanyak 1240 Ahli Madya Keperawatan dan Kebidanan yang tidak hanya tersebar di seluruh Indonesia, tetapi lulusannya juga banyak yang bekerja di luar negeri terutama di Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Abu Dhabi dan lain-lain.

Prosesi wisuda ke-17 yang berlangsung di gedung graha Saba Buana (11/10) tersebut telah mengukuhkan masing-masing 3 wisudawan terbaik. Dari Program Studi Ilmu Keperawatan DIII, terbaik I Ninik Susanti (IPK 3,73), terbaik II Indah wahyu (IPK 3,61) dan terbaik III Barly Shodiq dengan IPK 3,59. Sedangkan dari Program Studi Ilmu Kebidanan DIII, terbaik I Erwin Setyaningsih (IPK 3,83), terbaik II Ria Handayani (IPK 3,71) dan terbaik III diraih Isniwati Rohmiatun dengan IPK 3,62. Dari sejumlah wisudawan (71 Ahli Madya Keperawatan dan 55 Ahli Madya Kebidanan), banyak diantaranya sudah mendapatkan tempat pekerjaan.

COMMUNITY