Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

PELAYANAN KESEHATAN PERLU ADA PRAKTIK KOLABORASI

Sambiroto – Isu penting terkini mengenai pelayanan kesehatan,  yakni perlu adanya penekanan pada praktik kolaborasi yang harus dijalani para tenaga kesehatan, khususnya dokter, bidan dan perawat.

“Pelayanan kesehatan selama ini terkesan diberikan secara terpisah-pisah, dokter sibuk dengan urusan kedokteran, bidan sibuk dengan kebidanan, perawat sibuk dengan asuhan keperawatan. Mereka bekerja sendiri-sendiri tanpa ada kolaborasi praktik yang baik, sehingga menyebabkan kualitas pelayanan kesehatan menjadi terganggu”.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng, Edy Wuryanto, saat memberikan pengarahan kepada 544 orang peserta yang tergabung dalam acara pengambilan sumpah bersama tenaga kesehatan Propinsi Jawa Tengah, terdiri dari Fakultas Ilmu Keperawatan Unissula, Akademi Kesehatan Asih Husada, Stikes Karya Husada, Stikes Ngudi Waluyo. Acara berlangsung di kampus STIKES Karya Husada (18/10).

Edy Wuryanto menambahkan, membangun kolaborasi yang baik perlu dilakukan saat seseorang masih berstatus mahasiswa, karena masing-masing profesi ini saling ketemu.

Pada aspek lain Dia mengingatkan, sebagai organisasi profesi, tenaga kebidanan dan keperawatan perlu menghayati dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesional, karena ke depan, tantangan maupun tuntutan akan semakin meningkat. Dalam konteks inilah Saudara perlu adanya kompetensi dan tanggungjawab moral yang baik. Untuk itu, sebagai lulusan Ahli Madya harus menguasai tiga hal, yakni penguasaan pengetahuan yang baik utamanya saat pengambilan keputusan, atitute, serta unggul dibidang ketrampilan (skill).

COMMUNITY