Tuesday, June 19, 2018
   
TEXT_SIZE

KEJUTAN PAK BUPATI KEPADA 3 LULUSAN TERBAIK STIKES CENDEKIA UTAMA KUDUS

Begitu antusiasnya dalam memberikan dukungan pada perkembangan dunia pendidikan, bahkan ingin menjadikan Kota Kudus sebagai kota Pendidikan selain kota Industri, tak tanggung-tanggung Bupati Kudus H. Musthofa secara spontan memberikan kejutan kepada 3 (Tiga) lulusan terbaik Wisuda Sarjana Ke-7 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus untuk diangkat sebagai pegawai Kabupaten Kudus.

          Apresiasi yang ditunjukkan Pak Bupati tersebut bukan sekedar mencari sensasi, tetapi akan menjadi simbol dan model penyelenggaraan pendidikan di Kota Kudus, bahkan ia mengharapkan agar daerah-daerah lain mengikuti jejaknya, dengan demikian akan dapat memberikan motivasi pada setiap penyelenggara pendidikan tinggi maupun para mahasiswa untuk maju dan berkembang. Adapun ketiga lulusan terbaik tersebut, dari program NERS atas nama Sofi Irmawati, S.Kep (IPK 4.00); program studi Ilmu Keperawatan, Rizky Amalia, S.Kep (IPK 3,83); dan dari program Studi Kesehatan Masyarakat atas nama Ayu Kartika Sari dengan IPK 3,79.

          Ketiga lulusan terbaik tersebut merupakan bagian dari 298 wisudawan yang terdiri dari 234 Sarjana Keperawatan, 29 Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat dan 35 Lulusan NERS yang telah dikukuhkan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus, dr.H. Muhtadi, M.Sc pada 3 Nopember. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh para lulusan adalah telah terlampauinya TOFL 400 yang menjadi persyaratan bagi mahasiswa yang dinyatakan  lulus, dengan demikian mereka selain bahasa Indonesia juga  mampu berbahasa inggris dengan baik. Sedangkan untuk program pengembangan institusi ke depan, rencananya dan sudah dalam proses akan segera dibuka program studi Ilmu Farmasi DIII. Pembukaan program studi baru tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga Ahli Madya Farmasi di Kota Kudus.

          Dalam sambutannya, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus, dr H. Muhtadi, M.Sc menekankan perlunya etika dan moral dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Tanpa didasari hal tersebut, maka pendidikan yang diselenggarakan dapat menjadi salah arah.

          Sementara itu Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. Teguh Supratikto, M.Si. mengatakan, keberadaan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, berkompetensi dan berdaya saing, namun juga memiliki prestasi di segala bidang, baik yang bersifat akademisi, olah raga maupun seni melalui pemberdayaan mahasiswa, dosen dan tenaga administrasi. Dengan demikian rutinitas yang dilakukan oleh perguruan tinggi tidak sekedar melakukan proses belajar mengajar dan praktik saja, akan tetapi juga sentuhan Soft skill.

COMMUNITY

Materi Pelatihan