Tuesday, June 19, 2018
   
TEXT_SIZE

LEBIH DARI 50 JENIS PELATIHAN UNTUK PTS

Semarang – “Tidak kurang dari 50 jenis pelatihan yang diselenggarakan Kopertis VI, diperuntukkan bagi mahasiswa, dosen, tenaga administrasi PTS yang ada di Jawa Tengah dalam setahun. Sebagai lembaga PTS yang belum lama bergabung dengan Kopertis, para penyelenggara PTS Kesehatan tentu  sudah bisa merasakan pembinaan yang dilakukan Kopertis VI, termasuk di dalamnya mengikuti berbagai pelatihan”.

            Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Kopertis VI, Prof. Mustafid dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag. Tatau Usaha, Teguh Supratikto, M.Si, pada acara Wisuda Ahli Madya Akademi Kesehatan Asih Husada Semarang, di Patra Hotel (17/11).

            “PTS tidak hanya difasilitasi dengan pelatihan, akan tetapi juga disediakan beasiswa bagi mahasiswa, yakni Super Semar, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) yang diprioritaskan dari keluarga mahasiswa yang kurang atau tidak mampu. Bahkan, dalam waktu dekat  akan ada program beasiswa Bidik Misi. Dosen yang berkeinginan studi lanjut, Kopertis juga menyediakan beasiswa BPPS,”  imbuh Dia.

            Pada kesempatan yang sama Dewan Pembina Yayasan Akademi Kesehatan Asih Husada, Achmad Hartanto mengatakan, lembaganya akan membuka program studi baru bidang ilmu Administrasi Manajemen Rumah Sakit (S1). Lembaganya juga akan beralih bentuk dari Akademi menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes). Saat ini prosesnya sampai di Dikti.

            Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Edy Wuryanto menyampaikan tiga hal yang menyangkut isu penting, yakni  mengenai  kualitas perguruan tinggi (PT), kualitas lulusan, maupun kualitas pelayanan keperawatan.

            “Pelayanan kelembagaan yang menyangkut  kualitas PT perlu terus ditingkatkan. PTS Kesehatan minimal harus berupaya meperoleh akreditasi BAN-PT minimal B untuk bisa memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dunia kerja. Semakin baik nilai akreditasi yang diperoleh BAN-PT, akan berdampak pula pada kualitas lulusan yang dihasilkan. Sedangkan mengenai kualitas pelayanan keperawatan, seorang perawat harus berprinsip pada senang melakukan kebaikan kepada orang lain. Komunikasi dan kompetensi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari profesi perawat.

            Edy berharap, untuk progdi Keperawatan di Jawa Tengah tidak perlu ditambah lagi, karena yang ada saat ini sudah dipandang cukup.

         Wisudawan kali ini sebanyak 72 orang dari progdi Keperawatan D3. Wisudawan terbaik Atik Noviyanti (IP 3,72), Ida Susanti (IP 3,65), Susanti (IP 3,64).

COMMUNITY

Materi Pelatihan