Thursday, February 22, 2018
   
TEXT_SIZE

Purna Tugas Tidak Berarti Purna Karya

Bendan Nduwur -     “Purna tugas merupakan tahapan kehidupan bagi PNS. Tidak semua PNS dapat mencapai purna tugas dikarenakan berbagai halangan. Sehingga, apabila dalam menjalankan tugas dapat  mencapai usia purna tugas, tentu merupakan dambaan bagi setiap PNS”

.

            Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Kopertis Wilayah VI yang baru,  Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.Kons, yang belum lama ini dilantik Dirjen Dikti menggantikan Prof. Drs. Mustafid, M.Eng.Ph.D, dalam acara Pelepasan Purna Tugas Bambang Iswanto, mantan Kepala Bagian Administrasi Akademik (BAK), beserta Suparman, mantan staf Keuangan di kantor setempat (28/11).

            Pria yang akrab dipanggil Pak DYP tersebut menambahkan, forum seperti ini hendaknya dapat dijadikan media pembelajaran bagi kita yang masih aktif sebagai PNS, untuk meneladani dari apa yang dilakukan Bambang Iswanto dan Suparman.

            “Ada resep “TOKCER”, apabila  nanti setelah purna tugas senantiasa sehat dan panjang umur.  Makna kalimat tersebut, yakni Tua (menyadari kondisi usia), Optimis, Komunikasi, Ceria, Ekonomi (penataan manajemen), Religius”. Pada prinsipnya, meskipun Saudara telah purna tugas, bukan berarti Saudara berhenti berkarya. Purna tugas bukan berarti purna karya”, tegasnya diakhir sambutan.

            Momentum acara purna tugas tersebut dijadikan kesempatan bagi Pak DYP untuk mengenalkan diri kepada  seluruh jajaran Kopertis VI, dari mulai Sekretaris Pelaksana, Kabag. Kasubag, KaUr maupun staf.

            Sementara itu, mantan Koordinator Kopertis VI, Prof. Mustafid, berpesan, “menjaga jangan sampai sumber air Kosong”. Kalimat yang bermakna kiasan tersebut mengandung makna regenerasi di Kopertis VI jangan sampai tidak dilakukan. Sedangkan kepada PTS  dirinya mengharapkan kepada Koordinator yang baru,  agar untuk dosen dan mahasiswa mendapatkan perhatian yang berkelanjutan.

            “Bangsa ini ke depan akan diurus pemimpin-peminpin bangsa yang saat ini masih berstatus mahasiswa. Jika bangsa ini mau berubah, lulusannya harus punya kompetensi. Ini merupakan salah satu bagian  tugas Kopertis yang memiliki tupoksi Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan (WASDALBIN),” tegas Prof. Mustafid.

            Menurut rencana, Pak DYP dijadwalkan  menjadi Pembina upacara  pada HUT KORPRI di kantor setempat pada kamis, 29/11. Sedangkan Lepas Sambut Koordinator dijadwalkan, Selasa, 4/12 yang akan datang.

COMMUNITY