Sunday, February 25, 2018
   
TEXT_SIZE

MENDIKBUD MERESMIKAN POLITEKNIK MARITIM NEGERI INDONESIA (POLIMARIN)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan, pendidikan vokasi tidak hanya mendidik untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga berpeluang menciptakan pekerjaan. Jadi setelah memasuki dunia usaha, selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan usaha itu sendiri, dengan demikian dapat mengurangi pengangguran.

 

          Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) yang berada di Kota Semarang diharapkan dapat menjadi pusat unggulan Pendidikan Vokasi. Bukan untuk diri sendiri tetapi juga untuk kita semua. Sekolah-sekolah pelayaran maupun perguruan tinggi kemaritiman bisa melakukan praktik di tempat ini. Untuk itu ia mengharapkan agar polimarin melakukan langkah-langkah kerjasama yang baik dengan perguruan tinggi lain.

          Pernyataan ini disampaikan Muhammad Nuh saat meresmikan Politeknik Maritim Negeri Indonesia, Senin (14/1) di Kampus jalan Bendan Duwur Semarang. Pada saat yang sama juga dilakukan penyematan pangkat kepada Direktur Polimarin, Dra, Sri Tutie Rahayu, M.Si.

          Dalam sambutannya Muhammad Nuh memberikan 2 (Dua) tugas khusus kepada Polimarin yakni : 1) dengan potensi yang ada mampu mengelola sumberdaya kemaritiman dengan baik agar kejayaaan kemaritiman bangsa Indonesia dapat diraih secara optimal. 2) Menjaga NKRI dan kedaulatan ekonomi. Dengan demikian Polimarin akan menjadi kebanggan bukan saja bagi bangsa Indonesia, tetapi juga kebanggan dunia. Dunia akan melihat di Kota Semarang ada Politeknik yang luar biasa. Demikian tandas Menteri. Selanjutnya juga dikatakan, bahwa selama ini kita merasa ngiler melihat kesempatan kerja di dunia kemaritiman yang sangat luar biasa, kalau kesempatan tersebut dapat diisi maka akan dapat menjawab tantangan dunia kemaritiman kita.

          Senada dengan hal tersebut, Direktur Polimarin Dra. Sri Tutie Rahayu, M.si mengatakan, kebutuhan pelaut di Indonesia pertahun mencapai 3.500  orang, namun sampai saat ini baru mampu dipenuhi sekitar 1.500 orang. Jadi kehadiran Polimarin secara positif untuk melakukan kerjasama guna mencukupi kebutuhan pelaut yang selama ini belum terpenuhi secara optimal.

          Seperti kita ketahui, Polimarin saat ini memiliki sertifikat internasional IMO, sehingga lulusannya bisa bekerja dalam bidang kemaritiman pada ruang lingkup internasional, apalagi menjelang diterapkannya Asean comunity pada 2015.

          Peresmian Polimarin yang juga dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Ditjen Dikti Kemdikbud, Djoko Santoso, juga nampak hadir  beberapa pimpinan Perguruan Tinggi, UNDIP, UNNES, AKPELNI, AMNI dan lain-lain serta Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.  

 

 

 

 

 

COMMUNITY