Wednesday, May 22, 2019
   
TEXT_SIZE

Proses Pemilihan Rektor UNS Diapresiasi Menristekdikti

Solo-lldikti6.ristekdikti.go.id – Usai dilantik Menristekdikti Prof. M.Nasir di Jakarta, Jum’at 12 April 2019, Prof.Dr. Jamal Wiwoho resmi sebagai rektor Universitas 11 Maret Surakarta (UNS) periode 2019-2023 menggantikan Prof.Dr. Rafik Karsidi yang telah habis masa jabatannya, setelah selama dua periode memimpin UNS.

“Usai dilantik langsung dilakukan serah terima jabatan, dari saya sebagai rektor lama kepada beliau.  Sebagai tindak lanjut hari ini dilakukan acara pisah sambut.”

Hal ini diungkapkan Prof.Dr. Rafik selaku rektor lama saat menyampaikan sambutan di acara pisah sambut  yang berlangsung di kampus setempat tadi siang, Rabu, 15 April 2019. 

Menurutnya, selama berlangsungnya proses pergantian hingga terpilihnya rektor baru UNS dapat berjalan lancar, dan  Prof.Dr. Jamal resmi diangkat sebagai  rektor UNS urutan kedelapan yang sama-sama satu alumni dari UNS.

Dalam pesannya Prof.Dr. Rafik berharap terhadap terbangunya kebersamaan internal dalam mendukung kinerja rektor yang baru.

“Jalankan kebersamaan untuk mendukung rektor baru dalam pengembangan UNS di waktu mendatang.” tegasnya

Sementara itu, rektor baru Prof. Dr. Jamal Wiwoho pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran pimpinan UNS, utamanya Ketua senat dan Sekretaris dan Anggota senat yang telah berhasil menyelenggarakan sebuah proses pemilihan rektor periode 2019-2023 dengan sangat baik dan lancar.

“Hal ini sungguh tidak mungkin saya lupakan, bahwa proses pemilihan rektor UNS telah berhasil menciptakan suasana kondusif, kekeluargaan dan diakhiri dengan musyawarah dan mufakat. Semoga peristiwa yang baru pertama kali terjadi di UNS ini dapat menjadi contoh yang baik bagi perguruan tinggi lain.” pintanya

Dijelaskan, peristiwa musyawarah dan mufakat ini sebagai bukti bahwa menyandang predikat UNS sebagai kampus benteng Pancasila adalah tidak salah. “Kami telah membuktikan bahwa mengelola perguruan tinggi yang besar utamanya dalam alih kepemimpinan, ternyata juga dapat dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai musyawarah dan mufakat sebagaimana tertuang dalam sila ke empat Pancasila.

“Proses pemilihan rektor di UNS telah diapresiasi Menristekdikti, karena salah satu faktor penting dan penentu bagi perguruan tinggi yang maju dan bermutu, serta dewasa adalah bagaimana perguruan tinggi tersebut saat terjadi pergantian pimpinan tidak mengalami kegaduhan.” paparnya.

Tampak gambar : Foto bersama rektor lama dan baru dengan didampingi masing-masing pasangan.

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan