Monday, December 11, 2017
   
TEXT_SIZE

Penanganan Pariwisata di Jateng Perlu Metode Berbeda

Semarang-kopertis6.or.id – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Pariwisata (Stiepari) Semarang menggelar Seminar And Call Paper dalam rangka Dies ke-47 yang berlangsung di Museum Ronggowarsito Semarang bertemakan “Menumbuhkan Jati Diri Bangsa untuk Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pariwisata, Selasa, 14 November 2017.

Menurut Ketua panitia penyelenggara, Dr. Sri Yuwanti, MA.MPD pengambilan tema tersebut saat ini lagi ins dan perlu dilakukan setiap orang, mengingat pariwisata pada dasarnya dapat melibatkan seluruh sektor sebagai pendukung. “Seminar ini dibagi tiga kelompok, yakni pariwisata, manajemen, dan penunjang pariwisata.” ungkapnya

Terkait dengan kondisi pariwisata yang ada di Jateng saat ini, Dr. Sri Yuwanti menjelaskan agar dalam penanggananya menggunakan metode yang berbeda dengan apa yang ada di Bali.  Menurutnya di Bali memiliki kekuatan pada karcer maupun  agama yang sangat kuat. Sedangkan di Jateng kita adalah orang yang asimilasi, adaptasi dan senantiasa berubah-rubah. Untuk mengangkat budaya jawa agar menarik wisatawan, tentu dengan cara melestarikan yang sudah ada maupun melakukan kreasi baru.

Dr. Sarbini, dosen UGM sebagai salah satu narasumber dalam seminar mengatakan, sebagaimana riset yang dilakukan, bahwa sosiologi, agama dan pariwisata memiliki keterkaitan.

Menurut dosen UGM yang dikenal dengan Mbah Ben ini membeberkan, bahwa pariwisata dapat dikembangkan melalui pendidikan di perguruan tinggi, yakni dengan memasukkan unsur-unsurnya ke dalam mata kuliah. Pasalnya pariwisata juga dapat dikaitkan dengan sejumlah ilmu, seperti agama dan sosiologi maupun bidang ilmu lain.

Drs. Suryo Handoyo, M.Pd dari Balai Bahasa Jateng dalam materinya mengatakan, bahasa daerah dan bahasa Indonesia merupakan bagian untuk mengembangkan pariwisata di tanah air.

Hadir dalam acara tersebut, Pembina Yayasan Tri Viaca, Prof. Dr. Soetomo WE, Ketua yayasan Tri Viaca Dr. Bambang Dwiloka, Ketua Stiepari Renny Aprilliani, MM, penggerak dan pelaku pariwisata Jateng, pimpinan PTS di Semarang dan mahasiswa stiepari.

COMMUNITY