Monday, December 11, 2017
   
TEXT_SIZE

Mahasiswa Perlu Penguatan Jiwa Entrepreneur

Semarang-kopertis6.or.id - Jiwa entrepreneur atau kewirausahaan harus dimulai sejak masih muda. Hal ini pula yang harus mulai dilakukan mahasiswa saat kuliah. ''Mahasiswa jangan ragu, malu, atau malas untuk mulai berwirausaha. Banyak peluang usaha baik itu menjual barang dan jasa yang bisa dilakukan, termasuk bisnis laundry atau jasa pencucian pakaian,'' jelas Santoso Budhi HP, Kepala Pusat Laundry Indonesia, Kamis (16/11), di Hotel Alaska Semarang.

Dia mengatakan hal itu saat menjadi nara sumber dalam workshop bertemakan Strategi Bisnis Laundry Terkini, yang digelar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (Stiepari) Semarang. Acara ini terkait dalam rangkaian Dies Natalis ke-47 tahun Stiepari.

Menurutnya, jiwa entrepreneur harus dipupuk dan dikembangkan mahasiswa. Pasalnya saat ini peluang kerja sangat ketat. Sehingga lulusan perguruan tinggi jangan hanya mengandalkan untuk bisa jadi pegawai negeri sipil atau swasta.

Santoso yang konsultan dalam bisnis jasa laundry dan alumnus Stiepari, dalam hal ini berbagi ilmu dalam bidang jasa laundry. Dia adalah salah satu pengagas jasa laundry di tanah air. ''Dulu bisnis ini belum marak. Dulu laundry hanya ada di hotel, kemudian saya mengagas, bekerjasama dengan salah satu pusat belanja.  Termasuk laundry kiloan di Yogyakarta, saya yang mengagas itu. Kini jasa yang satu ini marak dan sangat dibutuhkan masyarakat,'' jelasnya yang juga Direktur Pusat Studi Binatu Indonesia.

Sementara itu, alumni Stiepari angkatan 1971, Soekiman Surip, yang juga General Manajer Hotel Alaska mengatakan, peluang untuk berwirausaha harus dikembangkan sejak muda. Hal ini untuk mengasah jiwa bisnis di jiwa mahasiswa.

Dalam kesempatan ini hadir juga Ketua Alumni Akpari - Stiepari Semarang Joko Yuni Isnanto. menurutnya, terkait dengan dies natalis ini, alumni akan melakukan pertemuan. ''Saat ini lebih 20.000 alumni kami, lulusan dari mulai angkatan tahun 1971 sampai 2017. Kami terus melakukan silaturahmi dan kegiatan lintas generasi yang bermanfaat, di antaranya dengan membuat paguyuban bisnis alumni,'' jelasnya.

Hadir juga dalam kesempatan ini Ketua Yaysan Tri Viaca Pembina Stiepari Dr Bambang Dwiloka, Ketua Stiepari Dra Renny Apriliani MM, guru besar Prof Dr Soetomo WE dan peserta seminar mahasiswa dan masyarakat. Renny mengatakan, pihaknya juga digandeng Dit Binmas Polda Jateng pada 22 November mendatang untuk memberi materi peran pemerintah dalam pengembangan dan pengamanan wisata berbasis masyarakat.  

 

COMMUNITY