Wednesday, February 20, 2019
   
TEXT_SIZE

Persetujuan Pembukaan Progdi Kedokteran Libatkan 6 Institusi

Semarang-lldikti6.ristekdikti.go.id -  Keinginan perguruan tinggi membuka progdi baru Kedokteran tidak hanya berat dipersyaratan, namun mekanismenya perlu pula adanya persetujuan dari enam institusi. Hal ini terkuak setelah Menristekdikti Prof. Dr. M. Nasir menyampaikan sambutan sebelum menyerahkan Surat Keputusan (SK) Progdi baru Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter kepada Yayasan Sandjojo di kampus Unika Soegijopranoto Bendan Dhuwur, Senin, 11 Februari 2019.

“Persetujuan pembukaan progdi baru Kedokteran tidak hanya ditentukan oleh institusi Kemenristekdikti namun ada lima institusi lain yang terlibat, diantaranya seperti Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia.” ungkap Prof.Dr.M.Nasir.

Menurutnya, keenam institusi ini kesemuanya independen. Dengan demikian jika salah satu dari enam institusi ini ada yang tidak mensetujui, maka tidak akan pernah diterbitkan SK. “Jadi pengajuan progdi baru Kedokteran Unika Soegijapranata prosesnya cukup panjang, karena alas an ini.

Menristekdikti pada kesempatan tersebut mengapresiasi keberhasilan Unika membuka progdi baru Kedokteran, dan dalam pesannya kepada institusi ini agar progdi tersebut dikelola dengan baik dan professional.

“Sebagai perguruan tinggi yang institusinya terakreditasi A dan banyak memiliki akreditasi progdi A,  tentunya untuk progdi baru kedokteran akan pula dikelola secara baik dan professional di waktu mendatang.” katanya

Sementara itu rektor Unika Prof.Dr. Ridwan Sanjaya menyampaikan harapan dapat segera bersinergi dengan pemerintah, asosiasi profesi, serta lembaga di daerah yang telah bekerjasama dan mendukung pendirian progdi ini, sehingga cita-cita membantu daerah 3T terwujud.

“Mahasiswa akan kita bombing untuk mampu mengembangkan kompetensinya, agar kelak menjadi dokter yang siap ditempatkan di daerah manapun dan bidang apapun, termasuk daerah 3 T sesuai semangat Mgr. Albertus Soegijapranata.” tegasnya

Kehadiran Menristekdikti di Unika didampingi Kepala LLDIKTI VI, Prof. DYP. Sugiharto.

 

 

 

 

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan