Wednesday, September 30, 2020
   
TEXT_SIZE

130 Mahasiswa Baru Timor Leste Kuliah di Ngudi Waluyo

Ungaran – kopertis6.or.id – Tahun ajaran baru 2014/2015, institusi Ngudi Waluyo menerima mahasiswa baru dari Timor Leste sebanyak 130 orang. Mereka kuliah di sini ada yang menggunakan beasiswa dari pemerintah setempat, ada pula yang dengan biaya sendiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Penyelenggara Pendidikan Ngudi Waluyo yang juga Ketua Stikes Ngudi Waluyo, Asaat Pitoyo pada acara Sosialisasi Masyarakat Timor Leste di kampus setempat, pagi tadi (13/10).

“Tahun ini mahasiswa baru dari Timor Leste jumlahnya cukup signifikan, yakni 130 orang dengan rincian 124 orang dibiayai pemerintah Timor Leste, sedangkan 6 orang biaya sendiri.” Jelas Pitoyo.

Jumlah keseluruhan mahasiswa Timor Leste yang belajar di Ngudi waluyo saat ini, lanjut Pitoyo, ada 188 orang.

“Sebenarnya tahun kemarin terdapat 60 mahasiswa dari Timor Leste. Mungkin karena ada masalah keluarga, dua orang mahasiswa tidak lagi aktif  kuliah  dan telah resmi tidak tercatat sebagai mahasiswa kami lagi  . Ini sudah saya laporkan kepada Menteri Kesehatan Timor Leste. Jadi sekarang tinggal 58 mahasiswa. Jika digabungkan secara keseluruhan dengan mahasiswa baru tahun ini, terdapat 188 mahasiswa.” paparnya.

Kepada mahasiswa baru Timor Leste, dalam pesannya Pitoyo menyampaikan, karena biaya kuliah relatif mahal, maka upayakan selesai tepat waktu. Sehingga, sekembalinya dari sini setelah lulus langsung dapat berkarya di negaranya. Selama menjadi mahasiswa kami, disiplinlah dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

Pitoyo menegaskan, kepercayaan masyarakat Timor Leste kepada Ngudi Waluyo tentu saja tidak hanya menjadi kebanggaan institusinya, tapi merambah juga kepada pemerintah daerah setempat maupun Kopertis VI. Untuk itu, tentu saja saya mohon dukungan.

Terhadap apa yang disampaikan Pitoyo, Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto melalui Kabid Akademik, Kemahasiswaan dan  Kelembagaan, Agung Purwanto menyampaikan agar mahasiswa baru dari Timor Leste yang terdaftar di Ngudi Waluyo dilaporkan pada Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT).

“Dengan terdaftarkan secara resmi di PDPT, maka ketika nanti lulus mahasiswa asal Timor Leste akan memperoleh pengakuan dari pemerintah Indonesia sebagai lulusan Ngudi Waluyo.”  ungkap Agung.

Sementara itu, Bupati Semarang, Munjirin mengatakan, kepercayaan yang diberikan pemerintah Timor Leste dengan mengirimkan masyarakatnya belajar di sini,   bisa dijadikan sebuah  keunggulan bagi Ngudi Waluyo. Pada aspek lain Bupati berharap, Kerjasama pemerintah Timor Leste dengan Ngudi Waluyo ke depannya akan terus berkembang.

COMMUNITY

Materi Pelatihan