Saturday, September 26, 2020
   
TEXT_SIZE

Apoteker Harus Praktik Kefarmasian

Semarang-kopertis6.or.id -  Praktik kefarmasian bagi para apoteker merupakan keharusan, sebagai upaya menuju paradigma baru yang berorientasikan kepada pelayanan pasien.

“Kemarin, tenaga apoteker banyak yang tidak praktik, sehingga  jika kita di Apotik,  jarang kita jumpai apoteker. Padahal kita tahu pelayanan kefarmasian membutuhkan apoteker, buat apa mereka dididik atau disekolahkan  jika tidak diabdikan ilmunya.”

Pernyataan ini dilontarkan Sekretaris Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Jawa Tengah, Drs. Rosyid Sudjono, Apt di depan 25 orang lulusan apoteker, pada acara Pengucapan Lafal Sumpah Apoteker Angkatan V Fakultas Farmasi Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, di kampus  Kalipancur  (18/4).

Rosyid menegaskan, inti dari pengabdian profesi tidak lain agar mereka melakukan praktek profesi untuk mengangkat harkat dan martabat profesi apoteker.

Terkait dengan regulasi, Rasyid menambahkan, saat ini yang kami kerjakan  adalah bagaimana kita menghimpun atau bersama-sama steakholder di era sistem jaminan sosial nasional (SJSN),  agar  apoteker diperhatikan oleh faktor yang lain lain.

“Bagaimanapun apoteker adalah tenaga kesehatan yang harus terlibat dalam SJSN dalam hal pelayanan kefarmasian sesuai amanat UU.” jelasnya.

Rektor Unwahas, Dr. H. Noor Achmad menyampaikan, kebutuhan akan tenaga farmasi dimasa mendatang  luar biasa yang diikuti dengan pertumbuhan industri farmasi. Mengenai lulusan apoteker yang dihasilkan institusinya, Dia optimis mampu berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi (PT)  lain.

“Lulusan Farmasi Unwahas  berada ditingkat rata-rata nasional, jadi untuk mencari pekerjaan masih sangat mudah. Pada tahun 2025 nanti Unwahas akan menjadi PT unggul, baik ditataran nasional maupun internasional. Indikator ini bisa dicermati dari peningkatan dan pengembangan kerjasama antara insitusi kami dengan berbagai PT luar negeri.” kata rektor.

COMMUNITY

Materi Pelatihan