Sunday, September 27, 2020
   
TEXT_SIZE

PT Harus Menghasilkan Inovasi

Bendan Dhuwur-kopertis6.or.id -  Berdasar analisis, pada tahun 2030 kondisi perekonomian Indonesia diprediksikan menempati urutan ke tujuh dunia. Perekonomian akan kuat jika saja pendidikan dapat menghasilkan tenaga terampil melalui peningkatan kompetensi anak bangsa.

“Kalau kita kerja keras, tidak mustahil itu akan terealisasi. Pada tahun tersebut, penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Sehingga, jika generasi muda dibekali dengan persiapan yang baik, pada waktunya nanti dapat berkompetisi dengan bangsa lain.”  

Pernyataan ini dilontarkan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D di depan 251 peserta Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan PTS bidang Akademik yang diselenggarakan Kopertis VI yang berlangsung di kantor setempat, kemarin, 10 Desember 2015.

Prof. Intan menegaskan, melalui perguruan tinggi (PT), banyak yang bisa dihasilkan. Untuk itu, yang dibutuhkan yakni PT perlu banyak melakukan inovasi. “Keberadaan PT jangan hanya menghasilkan lulusan, akan tetapi juga menghasilkan produk dari hasil riset yang dipatenkan dan dapat menggerakkan perekonomian.” katanya.

Guru Besar ITB tersebut menjelaskan, pemikiran dari kampus dapat berkontribusi yang menjadikan bangsa ini menjadi memiliki kemampuan berkompetisi.

Terkait dengan paten, Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristek Dikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc dalam sesinya membeberkan, jika jumlah paten masih rendah, jauh tertinggal dengan Malaysia.

Kedepan perlu pengembangan riset dengan target out put riset berbasis internasional. “Targetnya meliputi tiga aspek, yaitu produktif, dampak dan keunggulan.” tambahnya.

Acara Rakor di buka Koordinator Kopertis VI, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.Kons. Dalam arahanya menyampaikan, PT memiliki tugas menghantar generasi penerus bangsa menuju masa depan. Untuk itu, memproyeksikan masa depan depan sangat penting, sehingga visi-visi ke depan perlu diantisipasi, yakni tantangan global, setidaknya di era MEA.

“Merah putih jangan hanya berkibar di negeri sendiri, tetapi juga berkibar di negara lain yang menjadi anggota MEA. Merealisasikan hal tersebut kata kuncinya daya saing bangsa yang memenuhi klarifikasi cerdas kompetitif, meliputi tahu, bisa dan berani.” papar Koordinator.

Pada kesempatan tersebut Prof. DYP berharap kepada  Pimpinan PTS bidang Akademik untuk membentuk paguyuban. “Paguyuban dapat dibentuk dalam sistem rayon. Keberadaan paguyuban nantinya dapat difungsikan sebagai ajang pertemuan untuk membahas regulasi yang ditengarai terus berkembang secara dinamis.”

Selain Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D dan Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristek Dikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc, narasumber lain yaitu Direktur Pembinaan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti, Dr. Totok Prasetyo.

Tampak gambar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknolgi dan Pendidikan Tinggi, Prof. Intan Ahmad, Ph.D. saat menyampaikan materi.

COMMUNITY

Materi Pelatihan