Sunday, September 27, 2020
   
TEXT_SIZE

Mahasiswa Baru UNWIDHA Dididik Untuk Menjadi Insan Kamil



Klaten-kopertis6.or.id- Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten melakasanakan kuliah perdana tahun akademik 2016/2017. Acara yang berlangsung  di auditorium gedung FKIP pada Selasa, 13 September 2016 tersebut,  dihadiri  seluruh mahasiswa baru, pejabat struktural Unwidha dan Ketua dan Pengawas Yayasan Pendidikan Indonesia Klaten sebagai Badan Penyelenggara Universitas.

Rektor Unwidha, Prof. Dr. Triyono, M.Pd pada kesempatan tersebut menyampaikan  ucapan selamat  dan sekaligus menerima para mahasiswa baru.

Unwidha mempunyai komitmen kuat untuk mengantarkan para mahasiswa baru menjadi insan kamil, yakni manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki karkater yang kuat, cerdas secara intelektual, emosional dan spiritual, berdaya saing tinggi dalam memasuki generasi EMAS, yang berarti Energik, Multitalenta, Aktif dan Spiritual.” ungkapnya

Menurut rilis yang kami terima dari Cucut Prakosa, setelah pemakaian jaket almamater kepada wakil mahasiswa dan mahasiswi sebagai simbol penerimaan, dilanjutkan  acara inti yaitu kuliah perdana dengan tema “Membangun Daya Saing Bangsa Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi  Asean (MEA), oleh Prof. Dr. Suratman, MSc. Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dalam kuliah tersebut, mahasiswa baru diajak untuk memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan fakta yang salah satunya adalah mempunyai sarjana dengan jumlah nomer lima di dunia. “Ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia, bonus demografi Indonesia dimana di tahun 2030-2040, diperkirakan ada 180 juta penduduk produktif dan keunggulan Indonesia di mata dunia.” papar Prof. Dr. Suratman.

Dia menjelaskan, kriteria negara inovatif untuk dapat bersaing secara global yang meliputi pengembangan dan penelitian (20%), produktitivitas (20%), perkembangan teknologi (20%), jumlah peneliti nasional (20%), kapasitas manufaktur (10%), perekrutan tenaga kerja S2/S3 (5%) dan pengembangan hunian permanen (5%).

Perguruan tinggi sebagai Agent Globalism menghadapi MEA diharapkan adanya perubahan dalam knowledge production  dan knowledge production process, research excellence yang inovatif dan kreatif serta riset temuan baru yang berbasis entrepreunership dan kompetitif global.” tegasnya.

COMMUNITY

Materi Pelatihan