Tuesday, February 18, 2020
   
TEXT_SIZE

Prof. Sarsinto Rini Setuju Bagi Profesor Yang Tidak Berkarya Tunjangan Dipotong

Semarang-kopertis6.or.id – Rencana pemerintah  melakukan pemotongan tunjangan profesor bagi yang tidak aktif berkarya, ditanggapi Guru Besar Untag, Prof. Sarsito Rini Putra yang juga Ketua Badan Pembina Yayasan 17 Agustus 1945 Semarang.

“Yang namanya Profesor/Guru Besar harus pro aktif terutama dalam publikasi ilmiah, membuat buku-buku, seminar-seminar internasional. Jadi kalau ada seorang profesor tidak aktif bahkan tidak menjalankan tugasnya sebagaimana yang saya sebutkan tadi, ya harus ada konsekwensinya berupa pemotongan tunjangan” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan pada acara Gerak Jalan santai Keluarga Besar Untag Semarang dalam rangka Dies Natalis ke-53 yang berlangsung di Kampus Seteran Dalam, baru-baru ini.

Prof. Rini menambahkan, seorang dosen yang melekat jabatan Profesor/Guru Besar diberikan tunjangan oleh pemerintah yang tidak sedikit. Kalau saja tidak ada karyanya, tentu dalam hal ini pemerintah akan dirugikan.

Dia menjelaskan, saat ini untuk meraih jabatan Profesor/Guru Besar sangat sulit. Di Untag, banyak dosen yang sudah bergelar Doktor, namun untuk meraih jabatan Profesor/Guru Besar tersebut butuh waktu yang lama. Alhamdulilllah, belum lama ini dari fakultas Teknik ada dosen tetap yang berhasil meraih jabatan tersebut. Ini untuk pertama kalinya Fakultas Teknik Untag memiliki Profesor/Guru Besar. “Semoga yang bersangkutan sebagai pionier yang akan menjadi contoh bagi dosen yang lain.” harapnya.

Terkait dengan Dies, Prof. Rini menyampaikan, Untag harus terus maju dengan didukung  sumber daya manusia yang sehat, berjiwa nasionalis dan bermoral Pancasila.

COMMUNITY

Materi Pelatihan