Friday, February 28, 2020
   
TEXT_SIZE

Bela Negara Tak Mesti Angkat Senjata

KUDUS - Wujud atau manifestasi anak bangsa dalam membela dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bisa bermacam-macam bentuknya. Tidak mesti dengan mengangkat senjata.

Itulah poin penting yang disampaikan Kasdam IV/ Diponegoro Brigjen TNI Joni Supriyanto dalam talkshow kebangsaan yang digelar BEM UMK di Auditorium Kampus UMK, Sabtu lalu (14/1/2017). "Bela negara tidak harus dengan senjata dan militerisme. Anda jadi anak yang baik, jadi mahasiswa yang baik, itu juga bagian dari bela negara," katanya.

Di hadapan sekitar seribu peserta talkshow yang terdiri atas mahasiswa, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Resimen Mahasiswa (Menwa) di Jawa Tengah, Ormas keagamaan serta organisasi kepemudaan, Kasdam mengemukakan, dalam hal pembangunan bangsa, mahasiswa dan generasi muda diharapkan mengambil peran.

"SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia sangat hebat. Saya yakin, Indonesia tidak akan kalah bersaing dengan luar negeri. Selain itu, Indonesia juga sangat kaya (dengan sumber daya alam-red). Indonesia surga dunia, semua ada di sini," paparnya.

Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Drs. Firli M.Si., salah satu narasumber, berpesan agar para generasi muda menjaga diri dari serangan cyber. "Serangan cyber sangat dahsyat. Saya minta generasi muda, khususnya mahaaiswa bisa memilah dan memilih informasi yang diterima," katanya.

Dia mengemukakan, mahasiswa dan generasi muda harus menilai informasi yang diterima, apakah benar atau salah, dan apakah ada manfaatnya atau tidak. "Kalau informasi itu benar dan ada manfaatnya, silakan bagikan (ke publik-red). Tetapi jika informasi itu tidak benar, mengandung unsur provokasi, menghasud dan menyebar kebencian, maka hapus saja.Ini pesan saya menghadapi cyber crime,’’ tegasnya.

COMMUNITY

Materi Pelatihan