Sunday, September 27, 2020
   
TEXT_SIZE

Untuk Menang Kompetisi, Miliki Jiwa Pemberani

Semarang-kopertis6.or.id = Ditengah ketatnya kompetisi antar lulusan perguruan tinggi, menempatkan terhadap banyaknya lulusan yang menganggur. Koordinator Kopertis VI, Prof. DYP Sugiharto berpendapat, kegagalan dalam mendapatkan pekerjaan tersebut tidak semata dipengaruhi oleh IPK dan penguasaan bidang ilmu yang rendah, tetapi disebabkan pola pikir yang sempit dan mentalitas serta daya juang  termasuk juga keperyaan diri untuk berkompetisi sangat lemah.

Menurut orang nomor satu dijajaran Kopetis VI tersebut mengatakan, yang dibutuhkan lulusan PT adalah melengkapi IPK yang diperoleh dengan penguasaan soft skill. “Dunia kerja sudah tidak menanyakan lagi seseorang lulusan PTN atau PTS, yang dinilai pertama kali adalah kemampuan berkomunikasi yang santun.”

Pernyataan tersebut disampaikan di acara wisuda ke-13 STIE Totalwin Semarang yang berlangsung di Hotel Horison Semarang, Rabu, 24 Mei 2017, dengan peserta wisuda sebanyak 105 wisudawan, terdiri dari 47 orang lulusan Akuntansi (S1) dan 58 orang lulusan Manajemen (S1).

Selain kemampuan berkomunikasi, lulusan perguruan tinggi juga dituntut memiliki keberanian mengambil peran.  “Dalam konteks ini Saudara harus memposisikan sebagai pengemudi (driver) daripada sebagai penumpang. Adapun ciri pengemudi, yakni tahu tujuan yang akan ditempuh.” paparnya

Prof DYP menegaskan, disamping dua hal tersebut Saudara harus memiliki keberanian untuk bertindak, karena peluang-peluang terbaik dunia kerja selalu diambil oleh pemberani. Seorang pemberani memiliki prinsip lebih baik mencoba dan gagal, daripada gagal mencoba.

“Keberanian dapat mengalahkan keterbatasan. Dunia kerja bukan untuk ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan berani.” tandasnya

Pada kesempatan tersebut, Ketua STIE Totalwin, Dra. Sugiharti, SE, MM berpesan kepada lulusan, bahwasannya wisuda bukanlah akhir dari pendidikan, akan tetapi merupakan titik awal untuk memulai kehidupan baru dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk kepentingan masyarakat dan pengembangan lebih lanjut.

 

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan