Sunday, February 23, 2020
   
TEXT_SIZE

Tim IbM Stimart AMNI Manfaatkan Limbah Kotoran Sapi Menjadi ‘Bio Gas’

Semarang-kopertis6.or.id – Tim IbM Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor (STIMART’AMNI’) Semarang telah melakukan kegiatan (Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang didanai DRPM Dikti. Kegiatan dilakukan di desa Damarwulan, Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, 31 Agustus 2017.

Dari kegiatan ini, telah berhasil membuat ‘bio gas’sebagai bahan bakar untuk produksi kopi masyarakat Damarwulan yang ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan cita-cita  Camat Keling yang berkeinginan tidak ada nya lagi petani pengolah kopi di desa Damarwulan yang dilakukan melalui proses  ‘menyangrai’ kopi dengan  kayu bakar yang diambil dari hutan.

Hal tersebut disampaikan Camat Keling yang dalam hal ini diwakili Sekwilcam Keling, Natael Hadi  pada saat acara pelepasan  Tim IbM STIMART’AMNI’.

Ketua Tim IbM yang juga  Ketua STIMART’AMNI’, Ir.Siswadi, MT mengatakan,  kegiatan Tim IbM didesa Damarwulan ini di fokuskan pada empat hal, yaitu : pembuatan ‘bio gas’, peningkatan produktivitas petani kopi dengan pemberian mesin ‘sangrai’, demikian juga ’packaging‘ dan ‘labeling’ produk kopi Damarwulan.

Disamping itu juga diberikan materi pemasaran secara ‘on line’, sebagai upaya untuk peningkatan pemasaran, tidak hanya di wilayah Jepara saja, melainkan keseluruh wilayah, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Hal ini sejalan dengan disiplin ilmu yang dipelajari pada jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan, sebagai salah satu jurusan yang ada di STIMART’AMNI’ Semarang.” jelas Siswadi

Ia menambahkan, kegiatan IbM ini akan dilanjutkan dengan pendampingan  hingga Oktober 2017, terutama untuk materi ‘marketing on line’ yang baru sebatas pengenalan secara teori saja.

Kepala desa (Petinggi) Damarwulan menyampaikan, dengan diberikannya mesin ‘sangrai’ ini sangat membantu petani kopi dalam meningkatkan produktivitasnya. Kalau dulu untuk ‘menyangrai’ 1 kilogram kopi memerlukan waktu 1 jam, maka dengan mesin sangrai ini dalam satu jamnya dapat menyangrai  12 – 13 kilogram (sesuai kapasitas mesin yang 15 kilogram) jelas isteri Petinggi Damarwulan.

Tampak gambar : peserta pelatihan menuangkan kopi ke mesin sangrai

Kegiatan IbM didesa Damarwulan ini, diikuti oleh 5 orang dosen dan sepuluh taruna madya (semester 3), dari jurusan D3 Nautika dan mahasiswa S1 jurusan Manajemen Transpor’, 

COMMUNITY

Materi Pelatihan