Sunday, September 27, 2020
   
TEXT_SIZE

Menristekdikti Ajak Merawat Kebinekaan Bersama

 

Salatiga-lldikti6.ristekdikti.go.id - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., hadir di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Senin (1/4) siang. Kunjungan menristekdikti ke UKSW kali ini dalam rangka agenda Pidato Kebangsaan dengan tema "Menuju Indonesia Maju, Terbuka dan Berkeadilan dalam Bingkai Kebinekaan". 

Rektor UKSW Neil S. Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D saat membuka acara mengatakan, kehadiran menristekdikti ke UKSW mewakili Presiden Joko Widodo, tak lain untuk membagikan pengalaman kepemimpinannya. Diharapkan semangat era kepemimpinan Presiden Jokowi  dapat menularkan optimisme untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

“Sebagai miniatur Indonesia, UKSW  menjunjung pluralistik. Civitas akademika dibiasakan dan terbiasa berpikir dalam konteks kemajemukan Indonesia. Walaupun dalam hal itu UKSW juga sama seperti Indonesia yang masih dalam proses. Meskipun UKSW adalah universitas kristen namun identitas ke-Indonesiaannya tidak dapat ditawar.” tegas rektor

Menurutnya, dari ide lahirnya universitas ini sudah digagas untuk mengawal RI. UKSW diinginkan menjadi salah satu laboratorium kehidupan berbangsa yang demokratis dengan berbagai latar belakang di dalamnya. Maka dari itu, kehadiran menristekdikti diharapkan dapat membawa pesan bahwa membangun Indonesia itu niscaya dapat dilakukan bersama-sama, mulai dari UKSW,

Sementara itu, Prof.Dr. M. Nasir mengungkapkan bahwa Indonesia dibangun oleh komitmen bersama seluruh komponen yang ada, karena itu Bhinneka Tunggal Ika harus dijunjung.

"Radikalisme harus dibersihkan dari bumi Indonesia. Mari kita bangun Indonesia bersama. Mari kita rawat kebinekaan, jangan ada diskriminasi," ungkapnya.

Selain itu, menteri Nasir menyampaikan berbagai perkembangan signifikan di era pemerintahan Presiden Jokowi dalam rangka memajukan Indonesia. Disebutkan, dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi selalu berpesan kepada para menteri untuk melakukan tugas-tugas sesuai bidangnya tanpa ada diskriminasi.

"Indonesia merupakan negara yang terdiri dari ratusan suku dan ribuan bahasa daerah, hal ini perlu mendapat perhatian dari berbagai elemen. Sebagai negara penganut paham demokrasi tentu perbedaan pendapat adalah hal yang lumrah. Maka dari itu, mari kita rawat komitmen para pendiri Indonesia untuk terus memajukan bangsa tanpa adanya diskriminasi," ajaknya.

Menristek menegaskan, perguruan tinggi sebagai tempat pengembangan akademik harus mampu merawat kebinekaan dan tidak terpengaruh dengan munculnya berbagai paham radikalisme.

Menteri Nasir juga menyinggung terkait pendidikan yang pada era Presiden Jokowi telah berkembang pesat. Salah satu program yang dinilai berhasi,l yakni beasiswa Bidikmisi yang merata hingga keluar pulau Jawa. Disampaikannya, kedepan juga akan dikeluarkan Kartu Indonesia Pintar bagi siswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi.

Ajak PT Bersinergi

Melalui kesempatan tadi, menristekdikti juga mengajak perguruan tinggi sebagai sumber riset untuk bekerjasama dengan kementerian yang lain untuk bersinergi memajukan Indonesia. Salah satu contoh, PT dapat bekerjasama dengan kementerian lingkungan hidup dalam upaya merawat bumi yang kini telah banyak tercemar limbah plastik.

"Dalam kesempatan berbincang dengan rektor UKSW, saya juga mengapresiasi rencana UKSW untuk membuka satu program studi baru yakni Data Science. Indonesia sendiri telah memiliki empat startup dengan kategori unicorn, dengan prodi baru yang diusulkan oleh UKSW maka akan menjadi sebuah sumber ilmu guna mendukung kemajuan industri 4.0," tegasnya.

Prof. Dr. M Nasir mengapresiasi atas akreditasi A yang dimiliki UKSW dimana hanya ada lima perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah serta kemajuan riset UKSW yang tentu juga membantu mendongkrak jumlah riset oleh akademisi Indonesia yang kini jumlahnya melampaui Malaysia. Dengan capaian ini, dirinya berharap dalam jangka waktu lima tahun kedepan UKSW dapat menjadi universitas kelas dunia.

Selain civitas akademika UKSW, pidato kebangsaan menristekdikti turut dihadiri oleh Sesdirjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Agus Indarjo; Kepala LLDIKTI Wilayah VI Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd.Kons; Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah Siswadi Suryanto; Kepala Bidang Hukum Polda Jateng Kombespol Slamet Suroso; Staf Ahli Walikota Salatiga Sri Astuti; Forkopimda Kota Salatiga; Forum Komunikasi Umat Beragama Salatiga, Badan Kerja Sama Gereje - gereja Se-Salatiga; serta Pimpinan PTN dan PTS Se-Salatiga. (sumber humas UKSW).

 

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan