Saturday, December 03, 2016
   
TEXT_SIZE

Unika Teken MOU dengan BSN

PENANDATANGANAN: Saat penandatanganan kerjasama Unika dan BSN dilakukan.

image

Semarang, CyberNews. Unika Soegijapranata Semarang, baru-baru ini melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang berlangsung di Ruang Theater Gedung Thomas Aquinas lantai 3 Kampus Unika Bendan Ngisor.

Penandatanganan kerjasama bertujuan untuk mengembangkan standarisasi yang telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan di era globalisasi. Tidak dapat dipungkiri dan dihindari bahwa standarisasi sudah menjadi kebutuhan komunikasi tingkat internasional dan sebagai bahasa mutu kedua setelah uang.

Dari 165 negara yang menjadi anggota Badan Standarisasi Internasional (ISO) 135 adalah negara berkembang. Standarisasi itu diperlukan karena erat kaitannya dengan mutu, keamanan, keselamatan dan lingkungan.

Penandatanganan dilakukan Rektor Unika Prof Dr Yohanes Budi Widianarko, MSc dan Kepala Badan Standarisasi Nasional Dr Ir Bambang Setiadi,MS disaksikan para wakil rektor dan sivitas akademika. Usai penandatanganan diselenggarakan Kuliah Umum.

Rektor Unika dalam sambutan pembukaan kuliah umum, mengatakan; sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi tentu saja Unika Soegijapranata terbuka dan merespon secara proaktif perkembangan standarisasi sebagai sebuah bidang kajian baru, walaupun sebenarnya standarisasi telah banyak dipelajari di seluruh program studi di Unika khususnya dalam konteks Penjaminan Mutu dan Regulasi.

Di samping itu beberapa mata kuliah yang menyangkut keamanan pangan banyak menyentuh aspek standarisasi, seperti SNI, Standard Codex Alimentarius Commission hingga yang kontroversial seperti "private standards" yang diimpose oleh korporasi agribisnis multinasional kepada petani lokal.

Bagi Unika kehadiran lembaga formal ditingkat nasional, seperti BSN menunjukkan nilai strategis "standards" atau standarisasi. Lebih jauh lagi universitas juga terpanggil untuk secara kritis memperdebatkan dan mengkaji dalam sistem inovasi tentang peran standards dalam perdagangan bebas.

Kepala Badan Standarisasi Nasional Dr Ir Bambang Setiadi,MS, dalam kuliah umum tersebut menyampaikan tema Globalisasi dan Standarisasi mengungkapkan dengan jelas bahwa standar adalah sarana utama suatu bangsa untuk menghargai "mutu" bukan harga suatu barang. Dan ada 13 megatrends, salah satunya adalah standarisasi.

Era globalisasi menuntut semua produk yang dihasilkan oleh negara harus terstandarisasi dengan kajian secara kontinu dan terukur melalui akreditasi, demikian juga berlaku pada dunia pendidikan dan lingkungan. Dimungkinkan standard membantu secara langsung dalam dunia bisnis, mengapa? Standard merupakan penghubung penting rantai pasokan secara global, menuju ke akses pasar. Secara rinci standard dapat mengurangi hambatan secara teknis perdagangan baik jasa maupun produk antar negara.

Humas Unika, Antonius Juang Saksono, menurutnya, Unika adalah satu-satunya perguruan tinggi penerima penghargaan SNI di Indonesia dan menjadikan dirinya mampu menjawab tantangan transformasi pendidikan dengan memunculkan isu-isu globalisasi ke kurikulum dan pengajaran yang sistematis.

Bahasa Lainnya

COMMUNITY

Materi Pelatihan

Newspaper

Berita Dikti