Wednesday, October 17, 2018
   
TEXT_SIZE

Meneliti Tentang Otentisitas Kota, Santi Raih Doktor

Semarang-kopertis6.or.id- Salah satu dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dari progdi Teknik Arsitektur Eko Nursanty, telah berhasil meraih gelar Doktor bidang ilmu Arsitektur dan Perkotaan UNDIP, setelah mampu mempertahankan argumentasinya dalam ujian terbuka promosi doktor, dengan promotor Dr.Ir. Atiek Suprapti,MT,  serta co promoter Dr.Ir.Joesron Alie Syahbana, M.Sc, Senin, 30 Juli 2018.

Santy, demikian Ia akrab disapa, lulus dengan predikat sangat memuaskan, meraih IPK 3.81 dengan judul disertasi Kemampuan Bersaing Kawasan Warisan Kota Surakarta : Studi tentang Otentisitas Kota.

Dijelaskan oleh Santy bahwa dunia arsitektur semakin menyadari adanya hubungan yang sangat erat antara manusia dan tempat (loka) dimana mereka tinggal. Hubungan erat ini dianggap mampu menjelaskan beberapa faktor yang ada, serta pengaruhnya satu sama lain terhadap tempat. Sense of place atau rasa loka didefinisikan sebagai kombinasi dari berbagai hubungan antara tempat dengan aktivitas di dalamnya.

“Secara fenomena, pengalaman pada suatu tempat diciptakan melalui interaksi antara manusia atau orang-orang dengan tempat. Dengan demikian, pengguna ruang memberikan sumbangan bagi beberapa gambaran yang terbentuk pada tempat tinggalnya. Seperti manusia, kota sesungguhnya memiliki struktur yang dapat dikenali sebagai pembentuk keunikannya, dan dapat dikenali sebagai keaslian yang dimilikinya, sering disebut sebagai DNA kota.” papar Santy

Di sisi lain, lanjutnya, banyak kota besar dunia saat ini mulai kehilangan kemampuannya untuk menampilkan identitas dan keunikan. Kota tidak lagi memiliki kekuatan secara khusus. Kota telah menjadi kawasan produktif dengan pertumbuhan ekonomi, tidak lagi sebatas pusat produksi, namun juga sebagai pusat distribusi dan pusat koleksi bagi produk-produk lokal.

“Sejarah pertumbuhan kota menggambarkan bagaimana peluang kebebasan kota menggembangkan dirinya melalui upaya-upaya kreativitas agar menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.” ungkapnya

Menurutnya, persaingan kota yang awalnya dilakukan melalui pembangunan fisik, pada tahap berikutnya ada upaya memenangkan persaingan pada sebuah tempat sangat tergantung pada hal lain di luar dirinya.

 

  

COMMUNITY

Materi Pelatihan