Tuesday, September 18, 2018
   
TEXT_SIZE

Untag Gelar Seminar Pancasila

Semarang – kopertis6.or.id – Seminar Nasional sehari bertemakan “Pancasila Sebagai Paradigma Ilmu” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, berlangsung di kampus Bendan Dhuwur (4/7) dengan narasumber Hari Santoso dari Pusat Studi Pancasila UGM dan Peter Kasenda dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Jakarta. Sedangkan sebagai mediator Nunung Nugroho yang juga sebagai Ketua Pusat Studi Pancasila Untag Semarang.

Dikatakan oleh Hari, Pancasila selama ini memiliki banyak fungsi dan kedudukan salah satunya seperti materi yang saya sampaikan sebagaimana tema yang diambil dalam seminar ini. Pada kesempatan tersebut dirinya menanyakan, apakah keberadaan perguruan tinggi selama ini sudah mengembangkan ilmu yang didasarkan nilai-nilai Pancasila.

“Hal ini bukan semata-mata adopsi yang belum sempat diadaptasi dan dikembangkan oleh bangsa kita. Misalnya Ekonomi, apakah ekonomi yang diajarkan diperguruan tinggi tersebut betul-betul ekonomi yang Pancasilais dalam artian berketuhanan hingga berkeadilan sosial, ataukan ilmu ekonomi yang mengambil dari teori-teori barat yang belum sempat diadaptasi untuk dikembangkan di perguruan tinggi kita.” paparnya

Menurutnya, diskusi yang diselenggarakan ini  menginisiasi untuk pengembangan ilmu yang didasarkan Pancasila, bukan ideologi lain. Ia berharap Untag Semarang dapat menjadi pionier untuk mengembangkan bidang ilmu berbasis nilai dan budaya bangsa Indonesia.

Sedangkan Peter pada kesempatan tersebut menyampaikan keinginan adanya perubahan kurikulum dengan materi buku ajar baru. “Materi yang lama perlu ada perbaikan-perbaikan dan dalam penyampaian materi oleh dosen disampaikan dengan baik. Generasi jaman now perlu perlakuan yang agak berbeda.”

Ia mengingatkan, di 2012 ada kewajiban bagi perguruan tinggi harus ada penyampaian materi perkuliahan terkait dengan Pancasila. Sedangkan menangapi pertanyaan wartawan mengenai faham radikalisme,  Peter menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini  faham tersebut  makin menguat. Upaya menekan hal tersebut diperlukan adanya revisi buku dan materi-materi pelajaran maupun teks. Begitu juga dengan dosen, perlu diadakan dialog-dialog agar memberikan masukan-masukan mengenai bagaimana menekan angka pertumbuhan terorisme.

Rektor untag Suparno menuturkan bahwa tema seminar diambil sebagai upaya membangun kebersamaan melalui ilmu baru. “Pancasila adalah harga mati, tidak  dapat dirubah sampai kapanpun.” tegasnya

Lebih lanjut Ia mengatakan, sebagai rektor yang nasionalisme harus berupaya membumikan Pancasila sampai kapanmu. “Pancasila merupakan ideologi yang luar biasa, dapat mengadopsi agama, suku dan ras. “ 

COMMUNITY

Materi Pelatihan