Tuesday, March 19, 2019
   
TEXT_SIZE

Kunjungan Unwahas ke FAAS Cina Berlanjut Dengan MoU

Semarang-lldikti6.ristekdikti.go.id – Kedatangan Prof. Chen Junchen Director of Institute of Agricultural Engineering Technology, Fujian Academy of Agricultural Science (FAAS) Fuzhou Cina ke Indonesia, untuk menjadi narasumber dalam seminar internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grasia pada  Kamis, 27 Desember 2018 tersebut,  juga dilangsungkan  penandatangan kerjasama (MoU) antara Unwahas dengan FAAS. Dari Unwahas diwakili oleh Dekan Fakultas Pertanian Unwahas Lutfi Aris Sasongko STP,M.Si, sedangkan dari FAAS diwakili  Prof. Chen Junchen.

“Kerjasama ini merupakan tindak lanjut kunjugan kami ke FAAS Fuzhou Cina beberapa waktu yang lalu. Fakultas Pertanian Unwahas begitu tertarik pada pengembangan budidaya jamur khususnya yang dapat dikonsumsi manusia dimana saat ini telah sukses dilakukan di sana, sehingga kami tertarik mengundang Prof. Chen Junchen untuk menularkan ilmunya di acara seminar ini, sekaligus melakukan penandatanganan MoU.”

Pernyataan ini disampaikan Lutfi ketika dihubungi sesaat sebelum acara seminar dimulai.

Menurutnya,   pengembangan budidaya jamur yang telah dikembangkan oleh Prof. Chen Junchen melalui mekanisme pemanfaatan limbah pertanian . “Jadi kehadiran beliau ini membawa misi berupa pengembangan sisi-sisi akademik dan penelitian, serta pengembangan pertanian yang berkelanjutan, khususnya terkait dengan budidaya jamur.” ungkap Lutfi.

Ia menjelaskan, ke depan untuk lahan pengembangan budidaya jamur sangat cocok apabila dilakukan di dataran tinggi, misalnya seperti daerah Bandungan, Salatiga maupun Gunung Pati.

“Kehadiran Prof. Chen Junchen di sini tidak hanya akan menularkan tentang bagaimana kiat sukses dalam pembudidayaan jamur, namun juga akan melakukan penelitian terhadap berbagai jamur yang tumbuh di iklim tropis.” tegasnya

Sementara itu rektor Unwahas  Prof Dr H Mahmutarom SH MH saat membuka seminar menkritisi terhadap dua hal, yakni budaya masyarakat yang lebih menggemari buah import dari pada produk lokal, serta beralihnya sistem pertanian yang awalnya bersifat organik menjadi non organik.

“Padahal produk yang dihasilkan oleh petani buah lokal tidak kalah mutunya dengan buah import, namun mengapa sebagian besar masyarakat Indonesia cenderung mengkunsumsi buah import. Begitu juga para petani kita saat ini lebih memilih hal-hal yang sifatnya non organik daripada organik. Padahal kita tahu dengan menggunakan sistem non organik maka tidak lepas dari yang namanya zat kimia.”  Katanya mengingatkan.

Seminar internasional bertemakan Agricultural Technology For Sustainable Agricultural Development  ini, selain Prof. Chen Junchen untuk narasumber lain adalah Ir. Yuni Astuti, MA Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng dan Prof. Agus Hermawan Kepala Balai Pengkajian Pertanian (BPTP) Provinsi Jateng.

Tampak hadir Pejabat struktural Unwahas dan peserta seminar dari kalangan umum, pelaku usaha, mahasiswa, dosen, siswa SMU/SMK pertanian, serta birokrat.

 

COMMUNITY

Materi Pelatihan