Wednesday, May 22, 2019
   
TEXT_SIZE

Peluang Usaha Bagi Mahasiswa, Terbuka

 

Salatiga - lldikti6.ristekdikti,.go.id - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi kegiatan Businnes Plan National Festival (BPNF) yang digelar Universitas Kristen Satya Wacana, Selasa (5/3) di Balairung Universitas. Kegiatan yang digelar Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW ini menghadirkan menteri perdagangan sebagai salah satu pembicara.

Dikatakannya, jumlah wiraswasta di Indonesia termasuk yang terendah di dunia, di bawah 3,5 %. Karena itu, kaum muda perlu didorong untuk mau menjadi wiraswasta.

"Menjadi pengusaha itu tidak kalah terhormat dengan profesi lain. Banyak anak muda yang orientasinya menjadi PNS, aktivis, politisi atau yang lainnya, itu sah saja. Tetapi kita akan dorong bagi mereka yang tertarik. Kegiatan kreatif yang dilakukan UKSW ini merupakan satu langkah besar yang maju, tidak semua perguruan tinggi mau melakukan itu. Tidak cukup hanya melakukan fungsi belajar mengajar saja, tetapi juga membuka diri untuk menggali dan mengeksplore kemampuan mahasiswanya," tegasnya.

Lebih lanjut Enggar menjelaskan, peluang bagi generasi muda sudah terbuka lebar saat ini, mengingat era-nya sudah berubah. Beberapa kunci agar sukses menjadi pengusaha dibagikan, salah satunya adalah perlu mencari pembeda. Meski memulai usaha yang komoditinya tidak jauh berbeda dengan yang sudah ada, namun perlu dipikirkan untuk mencari pembeda. Selain itu,  perlu memotivasi diri untuk menemukan bidang usaha lain yang mungkin sesuai dengan passion, selain juga pemanfaatan kemajuan teknologi untuk mendongkrak usaha yang ditekuni.

Dalam sesi akhir dirinya berpesan kepada   mahasiswa untuk terus belajar menambah pengetahuan, meningkatkan daya saing dalam kualitas ilmu dan teknologi untuk membentuk komunitas yang berdaya cipta.

Sementara itu, Rektor UKSW Neil S. Rupidara, SE., MSc., Ph.D., mengaku optimis bahwa perkembangan bangsa akan lebih baik ketika memasuki era yang dicirikan kuat dengan kemajuan sains dan teknologi. Hal ini tentu akan turut mewarnai kondisi perekonomian nasional maupun global.

"Kami percaya UKSW akan ikut berperan penting dalam kemajuan tersebut. Kampus berperan mendidik sumber daya manusia untuk dapat mengelola kekayaan Indonesia yang dapat digunakan untuk kemajuan bangsa, termasuk memajukan sektor teknologi modern. Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah lebih berani berinvestasi di sektor pendidikan tinggi," tegas Rektor.

Di sektor inilah keunggulan sains dan teknologi Indonesia di masa depan akan mengakar. Kemajuan sains dan teknologi di dunia pendidikan, menurutnya akan menjadi marker kemajuan Indonesia di 2030 dan seterusnya, lanjut Neil

Selain menteri perdagangan, hadir dalam acara ini sebagai pembicara adalah Presiden Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO) 2019 – 2024 Abdul Ghofur. Dalam paparan materinya, Abdul Ghofur memaparkan mengenai bagaimana AISINDO sebagai wadah bertemunya pemerhati bidang sistem informasi dan praktisi bisnis menyikapi perkembangan revolusi industri 4.0. Kedepan AISINDO berharap dapat merumuskan kebijakan dan usulan ke pemerintah terkait hal tersebut.

Sementara itu, IBM Business Development Manager Irsan Saputra membagikan pengalamannya saat mendesain dan mengimplementasikan aplikasi e-commerce yang digunakan oleh industri kepada peserta. Turut hadir dalam kesempatan ini Adly Fayruz, Marketing Director Otu Chat. Nadia Soekarno, presenter di salah satu TV swasta menjadi moderator kegiatan ini. (sumber berita - humas UKSW)

COMMUNITY

Materi Pelatihan